Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Audio Murotal Sebagai Media Pendukung Menghafal Al-Qur'an Pada Masyarakat Umum Di Jabodetabek Saefulloh, Khalid; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pemanfaatan audio murotal sebagai media pendukung dalam aktivitas menghafal Al-Qur'an pada masyarakat umum di wilayah Jabodetabek. Tingginya mobilitas dan kompleksitas aktivitas masyarakat urban sering kali menjadi hambatan dalam penerapan metode hafalan konvensional yang mengandalkan pertemuan tatap muka secara intensif. Oleh karena itu, inovasi technopedagogy berbasis media audio dipandang sebagai alternatif yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran keagamaan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non-probability jenis accidental sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form kepada 70 responden yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif tanpa melakukan generalisasi populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,3% responden merasa nyaman menggunakan audio murotal sebagai media pendukung hafalan, sementara 92,9% responden menyatakan bahwa media ini memudahkan proses muraja’ah. Temuan lain mengungkapkan bahwa audio murotal berperan penting sebagai panduan pelafalan dan waqaf, khususnya bagi penghafal pemula, serta membantu efisiensi waktu belajar. Namun demikian, sebagian responden melaporkan kendala berupa efek relaksasi berlebih yang memicu rasa kantuk saat penggunaan dalam kondisi fisik lelah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa audio murotal efektif sebagai media pendukung (suplementer) berbasis pengalaman autentik, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru, sehingga tetap memerlukan validasi hafalan melalui metode talaqqi.
Pengaruh Program Tahsin Tahfidz Ibu terhadap Pola Asuh Keagamaan di Lingkungan Keluarga Diniyah, Ismah; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara empiris hubungan antara program tahsin dan tahfidz ibu dengan pola asuh keagamaan dalam lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku religius sejak usia dini. Dalam konteks ini, ibu menempati posisi sentral sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan yang menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan ibadah, pengajaran membaca Al-Qur’an, komunikasi religius, serta pembinaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Program tahsin dan tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas bacaan, memperkuat hafalan, serta menumbuhkan kesadaran spiritual dan komitmen pengamalan ajaran Islam, yang diharapkan berdampak pada pola pengasuhan keagamaan di dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk mengkaji hubungan antarvariabel tanpa memberikan perlakuan tertentu. Subjek penelitian terdiri atas 53 ibu peserta program tahsin tahfidz yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket terstruktur yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel dan dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,35 yang lebih besar daripada r tabel 0,273, mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara program tahsin ibu dengan pola asuh keagamaan dalam keluarga. Meskipun demikian, tingkat keeratan hubungan berada pada kategori rendah, menunjukkan bahwa pola asuh keagamaan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti latar belakang pendidikan orang tua, lingkungan sosial, peran ayah, serta budaya keagamaan dalam keluarga.
Implementasi Pembiasaan Muroja’ah dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri di Pondok Pesantren Al-Ittiba’ Klaten Iqbal, Iqbal; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6578

Abstract

Pondok pesantren memegang peranan penting dalam pengembangan karakter dan ilmu agama, khusus-nya dalam bidang tahfidz. Penelitian ini mengkaji implementasi pembiasaan muroja'ah dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Ittiba' Klaten, yang menyoroti kesenjangan literatur mengenai kajian spesifik pada lingkungan pesantren pasca-pandemi. Latar belakang penelitian didasari oleh tantangan variabilitas pencapaian hafalan santri dan pentingnya muroja'ah sebagai faktor kunci penguatan memori jangka panjang dalam teori kognitif, yang selaras dengan tradisi pengulangan dalam pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang dipilih untuk menggali pemahaman mendalam mengenai proses pembiasaan muroja'ah dalam konteks alamiah pesantren melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, sejalan dengan literatur metodologis kontemporer (Creswell & Poth, 2018; Yin, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi muroja'ah di Al-Ittiba' Klaten berjalan sistematis melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terjadwal konsisten, dan evaluasi berkelanjutan, mencerminkan praktik manajemen instruksional yang efektif (Robbins & Coulter, 2018). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya program muroja'ah yang terstruktur dan adaptif untuk mendukung peningkatan hafalan santri secara kuantitatif maupun kualitatif, termasuk ketepatan, kelancaran, dan pemahaman makna. Implikasinya, institusi pendidikan agama perlu mengintegrasikan program muroja'ah yang terstruktur sebagai bagian integral kurikulum tahfidz untuk penguatan spiritualitas dan pendalaman Al-Qur'an. Studi lanjutan direkomendasikan untuk mengidentifikasi metode muroja'ah yang paling sesuai bagi berbagai tipe santri dan mengeksplorasi dasar neurokognitifnya.
Strategi dalam Meningkatkan Hafalan Al Qur’an Santri di Pondok Pesantren Ichsan, Ichsan; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7386

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an di pondok pesantren, yang merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi tahfizh Al-Qur'an. Meskipun demikian, proses menghafal Al-Qur'an di lingkungan pesantren sering menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari faktor internal santri seperti motivasi, kedisiplinan, dan konsistensi belajar, maupun faktor eksternal seperti metode pembelajaran dan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi peningkatan hafalan yang diterapkan di pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen guna menggali pengalaman, persepsi, dan praktik yang dilakukan oleh santri, pengajar, serta pengurus pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat yang tulus (ikhlas) dan tekad yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi proses hafalan. Strategi ini diperkuat melalui pemilihan pasangan muroja'ah yang suportif, penerapan target setoran hafalan secara konsisten, serta praktik saling menyimak dan mengoreksi antar santri. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam menjaga kedisiplinan dan keseriusan pelaksanaan program muroja'ah, yang menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan komitmen santri. Selain itu, pengawasan dan bimbingan dari pengampu halaqoh memiliki peran penting dalam memastikan proses hafalan berjalan secara efektif melalui evaluasi, arahan, serta pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara santri, pasangan muroja'ah, dan pengampu halaqoh menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga kualitas hafalan Al-Qur'an dapat meningkat secara optimal dan berkelanjutan