Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Model Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Bermain dan Kontekstual pada Anak Usia Dini: Studi Kualitatif di Lembaga Pendidikan Islam Rohimah, Ima; Ediat, Ediat
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.467

Abstract

Arabic language learning in early childhood education plays a crucial role in introducing linguistic and religious literacy from an early stage. However, its implementation in Islamic early childhood institutions often faces challenges related to instructional methods, teacher competence, and limited learning resources. This study aims to analyze the implementation model of Arabic language learning within an Islamic early childhood education context. Employing a qualitative case study design, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation analysis. The findings indicate that Arabic language learning is implemented through play-based and contextual approaches, including singing, role-playing, and thematic vocabulary integration. The use of visual and audiovisual media, such as flashcards and animated videos, enhances children's engagement and comprehension. In addition to qualitative insights, supporting documentation of learning outcomes suggests an observable improvement in students’ language abilities over the course of instruction, reflected in classroom-based assessments. The study further identifies supporting factors such as students’ motivation and teacher creativity, alongside challenges including time constraints, varying learner abilities, and limited parental involvement. Based on these findings, the study proposes an integrative pedagogical model that combines play-based learning, contextual learning, and principles of natural language acquisition to support more effective Arabic language learning in early childhood education within Islamic settings.
Pemanfaatan Audio Murotal Sebagai Media Pendukung Menghafal Al-Qur'an Pada Masyarakat Umum Di Jabodetabek Saefulloh, Khalid; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pemanfaatan audio murotal sebagai media pendukung dalam aktivitas menghafal Al-Qur'an pada masyarakat umum di wilayah Jabodetabek. Tingginya mobilitas dan kompleksitas aktivitas masyarakat urban sering kali menjadi hambatan dalam penerapan metode hafalan konvensional yang mengandalkan pertemuan tatap muka secara intensif. Oleh karena itu, inovasi technopedagogy berbasis media audio dipandang sebagai alternatif yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran keagamaan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non-probability jenis accidental sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form kepada 70 responden yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif tanpa melakukan generalisasi populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,3% responden merasa nyaman menggunakan audio murotal sebagai media pendukung hafalan, sementara 92,9% responden menyatakan bahwa media ini memudahkan proses muraja’ah. Temuan lain mengungkapkan bahwa audio murotal berperan penting sebagai panduan pelafalan dan waqaf, khususnya bagi penghafal pemula, serta membantu efisiensi waktu belajar. Namun demikian, sebagian responden melaporkan kendala berupa efek relaksasi berlebih yang memicu rasa kantuk saat penggunaan dalam kondisi fisik lelah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa audio murotal efektif sebagai media pendukung (suplementer) berbasis pengalaman autentik, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru, sehingga tetap memerlukan validasi hafalan melalui metode talaqqi.
Pengaruh Program Tahsin Tahfidz Ibu terhadap Pola Asuh Keagamaan di Lingkungan Keluarga Diniyah, Ismah; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara empiris hubungan antara program tahsin dan tahfidz ibu dengan pola asuh keagamaan dalam lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku religius sejak usia dini. Dalam konteks ini, ibu menempati posisi sentral sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan yang menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan ibadah, pengajaran membaca Al-Qur’an, komunikasi religius, serta pembinaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Program tahsin dan tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas bacaan, memperkuat hafalan, serta menumbuhkan kesadaran spiritual dan komitmen pengamalan ajaran Islam, yang diharapkan berdampak pada pola pengasuhan keagamaan di dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk mengkaji hubungan antarvariabel tanpa memberikan perlakuan tertentu. Subjek penelitian terdiri atas 53 ibu peserta program tahsin tahfidz yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket terstruktur yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel dan dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,35 yang lebih besar daripada r tabel 0,273, mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara program tahsin ibu dengan pola asuh keagamaan dalam keluarga. Meskipun demikian, tingkat keeratan hubungan berada pada kategori rendah, menunjukkan bahwa pola asuh keagamaan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti latar belakang pendidikan orang tua, lingkungan sosial, peran ayah, serta budaya keagamaan dalam keluarga.
Implementasi Pembiasaan Muroja’ah dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri di Pondok Pesantren Al-Ittiba’ Klaten Iqbal, Iqbal; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6578

Abstract

Pondok pesantren memegang peranan penting dalam pengembangan karakter dan ilmu agama, khusus-nya dalam bidang tahfidz. Penelitian ini mengkaji implementasi pembiasaan muroja'ah dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Ittiba' Klaten, yang menyoroti kesenjangan literatur mengenai kajian spesifik pada lingkungan pesantren pasca-pandemi. Latar belakang penelitian didasari oleh tantangan variabilitas pencapaian hafalan santri dan pentingnya muroja'ah sebagai faktor kunci penguatan memori jangka panjang dalam teori kognitif, yang selaras dengan tradisi pengulangan dalam pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang dipilih untuk menggali pemahaman mendalam mengenai proses pembiasaan muroja'ah dalam konteks alamiah pesantren melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, sejalan dengan literatur metodologis kontemporer (Creswell & Poth, 2018; Yin, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi muroja'ah di Al-Ittiba' Klaten berjalan sistematis melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terjadwal konsisten, dan evaluasi berkelanjutan, mencerminkan praktik manajemen instruksional yang efektif (Robbins & Coulter, 2018). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya program muroja'ah yang terstruktur dan adaptif untuk mendukung peningkatan hafalan santri secara kuantitatif maupun kualitatif, termasuk ketepatan, kelancaran, dan pemahaman makna. Implikasinya, institusi pendidikan agama perlu mengintegrasikan program muroja'ah yang terstruktur sebagai bagian integral kurikulum tahfidz untuk penguatan spiritualitas dan pendalaman Al-Qur'an. Studi lanjutan direkomendasikan untuk mengidentifikasi metode muroja'ah yang paling sesuai bagi berbagai tipe santri dan mengeksplorasi dasar neurokognitifnya.
Strategi dalam Meningkatkan Hafalan Al Qur’an Santri di Pondok Pesantren Ichsan, Ichsan; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7386

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an di pondok pesantren, yang merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi tahfizh Al-Qur'an. Meskipun demikian, proses menghafal Al-Qur'an di lingkungan pesantren sering menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari faktor internal santri seperti motivasi, kedisiplinan, dan konsistensi belajar, maupun faktor eksternal seperti metode pembelajaran dan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi peningkatan hafalan yang diterapkan di pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen guna menggali pengalaman, persepsi, dan praktik yang dilakukan oleh santri, pengajar, serta pengurus pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat yang tulus (ikhlas) dan tekad yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi proses hafalan. Strategi ini diperkuat melalui pemilihan pasangan muroja'ah yang suportif, penerapan target setoran hafalan secara konsisten, serta praktik saling menyimak dan mengoreksi antar santri. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam menjaga kedisiplinan dan keseriusan pelaksanaan program muroja'ah, yang menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan komitmen santri. Selain itu, pengawasan dan bimbingan dari pengampu halaqoh memiliki peran penting dalam memastikan proses hafalan berjalan secara efektif melalui evaluasi, arahan, serta pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara santri, pasangan muroja'ah, dan pengampu halaqoh menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga kualitas hafalan Al-Qur'an dapat meningkat secara optimal dan berkelanjutan
Implementasi Pendidikan Akhlak Pada Siswa Kelas 2 Di Sekolah Dasar Swasta Islam Ulun Nuha Medan Simangunsong, Annisha Iftitha; Ediat, Ediat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan akhlak pada siswa kelas 2 SD  Swasta Islam Ulun Nuha Medan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan hasil. Pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif digunakan. Data diperoleh dari angket terhadap 28 siswa dan wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Hasil menunjukkan 57% siswa pada kategori baik, 39% cukup, dan 4% kurang. Perencanaan dilakukan melalui program pembiasaan, pelaksanaan melalui keteladanan guru dan kegiatan keagamaan, serta hasil terwujud dalam perubahan perilaku siswa yang positif. Implementasi Pendidikan akhlak berjalan cukup baik, namun perlu peningkatan pada beberapa aspek.
Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Kesadaran Eksistensial di TPQ Baitus Sa’adah Salsabila, Dea; Ediat, Ediat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5505

Abstract

Pendidikan Agama Islam pada lembaga pembelajaran Al-Qur’an memiliki peran penting bukan hanya dalam membentuk pengetahuan keagamaan, tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran anak tentang makna ibadah, tanggung jawab diri, dan konsekuensi moral dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan kesadaran eksistensial santri di TPQ Baitus Sa’adah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data penelitian difokuskan pada struktur pembelajaran, pembiasaan ibadah, evaluasi hafalan, kegiatan Islam tematik, dan praktik pembinaan adab yang dilaksanakan kepada santri usia 4-13 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di TPQ Baitus Sa’adah berlangsung secara sistematis melalui pembagian kelas Iqra’ dan Al-Qur’an sesuai kemampuan santri, pemberian materi Islam dasar secara bertahap, pembiasaan shalat dhuha dan shalat ashar berjamaah, ujian hafalan berkala, penyampaian kisah keteladanan, serta pemberian penghargaan sederhana. Praktik tersebut tidak hanya melatih keterampilan keagamaan yang bersifat teknis, tetapi juga membangun kesadaran santri bahwa belajar Al-Qur’an, beribadah, menjaga hafalan, dan beradab merupakan bagian dari komitmen pribadi di hadapan Allah. Dengan demikian, pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di TPQ Baitus Sa’adah berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran eksistensial melalui pembelajaran terstruktur, pembiasaan, refleksi, dan internalisasi nilai.
Upaya Peningkatan Minat Belajar Sejarah Ali Bin Abi Thalib Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Darul Falah Rejosari Lestari, Ayu Wiji; Ediat, Ediat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mengenai Ali ibn Abi Thalib melalui pemanfaatan media audiovisual. Penelitian ini dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptyif. Penelotian ini bertempat MI Darul Falah Rejosari, melibatkan 16 siswa kelas lima sebagai subjeknya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi dan dokumentasi untuk mengevaluasi minat belajar siswa dalam tiga kategori: Sangat Tertarik, Tidak Tertarik, dan Kurang Tertarik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat belajar yang signifikan di setiap siklus. Pada fase pra-siklus, siswa yang masuk dalam kategori "Sangat Tertarik" hanya 18,75% (3 siswa). Setelah intervensi dilaksanakan di Siklus I, jumlah siswa dalam kategori "Sangat Tertarik" meningkat secara drastis menjadi 68,75% (11 siswa). Peningkatan ini berlanjut ke Siklus II, di mana kategori "Sangat Tertarik" mencapai 81,25% (13 siswa), sementara kategori "Tidak Tertarik" turun secara signifikan menjadi 6,25% (1 siswa). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual efektif dalam meningkatkan minat belajar sejarah di kalangan siswa kelas lima di MI Darul Falah Rejosari, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik.