Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan STEAM untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 Rizky, Hablana
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1003

Abstract

Abad ke-21 menuntut individu dengan kumpulan keterampilan yang beragam dan adaptif untuk berhasil di dunia yang terus berkembang pesat. Keterampilan ini, yang dikenal sebagai keterampilan abad ke-21, mencakup pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, pemecahan masalah, dan inovasi. Untuk memenuhi tuntutan ini, sistem pendidikan harus berevolusi, dan salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah STEAM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan STEAM dapat secara efektif meningkatkan keterampilan abad ke-21 di kalangan peserta didik.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi literatur deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber akademik, seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola, tren, dan bukti empiris mengenai dampak STEAM terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21. Studi ini meninjau kerangka konsep STEAM, mengidentifikasi komponen-komponen utama yang berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21, dan mengeksplorasi contoh-contoh praktik terbaik dalam implementasi STEAM di berbagai konteks pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM memberikan kerangka kerja yang holistik dan terintegrasi untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Integrasi disiplin ilmu dalam STEAM mempromosikan pemikiran interdisipliner, memungkinkan peserta didik untuk melihat hubungan antar konsep dan menerapkan pengetahuan dari satu bidang ke bidang lain. Sains dan Matematika mengembangkan pemikiran logistik dan analitis; Teknologi dan Rekayasa memupuk pemecahan masalah, desain, dan inovasi; sementara Seni mendorong kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berekspresi. Kolaborasi antar disiplin ilmu dalam proyek-proyek STEAM secara inheren meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, karena peserta didik harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, berbagi ide, dan memecahkan tantangan kompleks.Lebih lanjut, implementasi STEAM melalui proyek berbasis masalah dan pembelajaran inkuiri mendorong peserta didik untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka, menanyakan pertanyaan, melakukan penyelidikan, dan menemukan solusi. Proses ini tidak hanya memperdalam pemahaman konsep tetapi juga membangun ketahanan, inisiatif, dan kemandirian belajar. Literasi digital juga secara alami terintegrasi dalam STEAM, karena penggunaan teknologi adalah bagian integral dari banyak proyek. Dengan demikian, pendekatan STEAM tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk tuntutan akademik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk menjadi warga negara yang produktif dan inovatif di abad ke-21. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengarusutamaan pendekatan STEAM dalam kurikulum pendidikan, pelatihan guru yang memadai, dan penyediaan sumber daya yang mendukung untuk memastikan penerapan yang efektif.