Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Augmented Reality (AR) terhadap Pemahaman Konseptual Siswa dalam Kurikulum Merdeka Kholish, Abdul
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1004

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh penerapan Augmented Reality (AR) terhadap pemahaman konseptual siswa dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Indonesia. Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, kreativitas, dan pembelajaran kontekstual, sehingga menjadi platform yang sesuai untuk integrasi teknologi digital inovatif seperti AR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran berbasis AR memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep ilmiah yang bersifat abstrak dan kompleks. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen, yang melibatkan dua kelompok siswa sekolah menengah: kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi AR dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, serta didukung oleh wawancara dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan media AR mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konseptual, keterlibatan belajar yang lebih tinggi, serta motivasi yang meningkat dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan metode tradisional. AR membantu memvisualisasikan fenomena yang tidak tampak, memfasilitasi eksplorasi interaktif, dan mendorong pengalaman belajar yang berpusat pada siswa sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Selain itu, guru melaporkan bahwa penggunaan AR meningkatkan dinamika kelas dan mendorong terjadinya pembelajaran kolaboratif berbasis penemuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi AR dalam Kurikulum Merdeka dapat secara efektif memperkuat pemahaman konseptual siswa, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung pengembangan kompetensi pembelajaran abad ke-21. Temuan ini menegaskan potensi AR sebagai alat pendidikan transformatif yang mampu menjembatani kesenjangan antara teori abstrak dan pemahaman dunia nyata di kelas-kelas Indonesia.