Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Sekolah dalam Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif Adriyansyah, Joni
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi. Lingkungan belajar inklusif merupakan kondisi di mana semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai potensi masing-masing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran sekolah dalam menciptakan sistem pendidikan yang ramah, adil, dan menghargai keberagaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi kebijakan sekolah yang mendukung praktik pendidikan inklusif. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah dalam membangun lingkungan belajar inklusif meliputi beberapa aspek utama: (1) pengembangan kebijakan sekolah yang berorientasi pada inklusivitas, (2) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pendidikan inklusif, (3) penerapan pembelajaran diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar beragam siswa, (4) penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, serta (5) penyediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti fasilitas aksesibilitas dan media pembelajaran adaptif. Implementasi strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi siswa berkebutuhan khusus dalam kegiatan belajar, terciptanya suasana kelas yang lebih inklusif, serta meningkatnya kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya toleransi dan empati. Dengan demikian, strategi sekolah yang terencana dan berkesinambungan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan membangun lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan sosial.