Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas Inklusif Turmuzi, Imam
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1027

Abstract

Kelas inklusi menghadirkan keberagaman yang signifikan antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus, baik dari segi kemampuan akademik, gaya belajar, minat, maupun latar belakang sosial-budaya. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan responsif agar setiap siswa dapat terlibat secara aktif dan mencapai hasil belajar yang optimal. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yakni strategi pengajaran yang menyesuaikan konten, proses, produk, dan lingkungan belajar berdasarkan karakteristik individu siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) di sebuah sekolah inklusi pada satu kelas heterogen yang terdiri dari 30 siswa dengan profil yang bervariasi. Intervensi dilakukan dalam dua siklus: perencanaan inovasi pembelajaran berdiferensiasi (seperti modul pilihan, aktivitas proyek, dan kelompok belajar berdasarkan kesiapan serta minat siswa), pelaksanaan pembelajaran, observasi keterlibatan siswa dan hasil belajar, serta refleksi dan revisi pada setiap siklus. Instrumen meliputi observasi aktivitas dan partisipasi siswa, kuesioner persepsi siswa dan guru, serta analisis nilai hasil belajar sebelum dan sesudah intervensi.Hasil menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan meningkatkan keterlibatan aktif siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus, dalam proses pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari pra-intervensi ke pasca-intervensi. Guru melaporkan perubahan positif yakni peningkatan motivasi siswa, lebih banyak partisipasi dalam diskusi dan tugas, serta pemahaman yang lebih baik atas materi pelajaran. Kendala yang muncul antara lain waktu hazırlan yang lebih panjang serta kebutuhan akan pelatihan guru. Kesimpulannya inovasi pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar di kelas inklusi. Disarankan agar sekolah memperkuat pelatihan guru dan menyediakan sumber daya yang memadai untuk memastikan penerapan berkelanjutan.