ABSTRACT Village communities generally still use medicinal plants as traditional medicine, one of which is the Tohkuning Village community. The use of plants as medicines has not been well documented. In fact, local knowledge of the community regarding medicinal plants can provide data on the process or ideas that are important to carry out. Therefore, the purpose of this study was to determine the types of medicinal plants and the knowledge of the Tohkuning Village community in utilizing medicinal plants and to identify medicinal plant conservation efforts carried out by the Tohkuning Village community. This research was conducted in Tohkuning Village in September-October 2024. The sample determination was carried out using purposive sampling and snowball sampling. Data analysis was carried out using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results showed that there were 54 species of medicinal plants. The type of medicinal plant most often found in ginger (67.74%). The most commonly found organ of medicinal plants is leaves (57.41%). The conservation status of medicinal plants found in Tohkuning Village, according to the IUCN Red List, includes one species with Endangered status, namely big-leaf mahogany, and one species with Near Threatened status, namely tempuyung. Conservation efforts are carried out by cultivating and utilizing medicinal plants sustainably. Keywords: conservation efforts, plant species, traditional medicine ABSTRAK Masyarakat desa umumnya masih menggunakan tumbuhan berkhasiat obat sebagai pegobatan tradisional, salah satunya masyarakat Desa Tohkuning. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan belum terdokumentasi dengan baik. Padahal, pengetahuan lokal masyarakat mengenai tumbuhan obat dapat memberikan data dalam proses atau gagasan yang penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan pengetahuan masyarakat Desa Tohkuning dalam memanfaatkan tumbuhan obat serta mengidentifikasi upaya konservasi tumbuhan obat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tohkuning. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tohkuning pada bulan September-Oktober 2024. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa terdapat 54 macam tumbuhan obat. Jenis tumbuhan obat yang banyak digunakan yaitu jahe (67,74%). Organ tumbuhan obat yang paling banyak digunakan adalah daun (57,41%). Status konservasi tumbuhan obat yang menurut IUCN Red list salah satunya ada yang berstatus Endangered yaitu mahoni daun lebar dan Near Threatened yaitu tempuyung. Upaya konservasi dilakukan dengan membudidayakan dan memanfaatkan tumbuhan obat secara berkelanjutan Kata kunci: jenis tumbuhan, obat tradisional, upaya konservasi