Broken home adalah kondisi keluarga yang kurang harmonis, sehingga muncul ketidaknyamanan dalam sebuah keluarga tersebut. Kondisi keluarga yang broken home memunculkan akibat negatif untuk anak, terdapat dua akibat yaitu akibat langsung dan akibat panjang. Akibat langsung yang ditimbulkan antara lain ialah meliputi rasa malu, merasa kehabisan, rasa tertekan, rasa menarik diri dari lingkungan ataupun kerap menyendiri, pilu, tidak patuh, tidak sabaran, serta kendala tidur. Sebaliknya jangka panjang yang dirasakan ialah antara lain berkaitan dengan karakter, emosional, sosial, dan akademiknya. Misalnya, anak tidak mampu melepaskan diri dari konflik orang tuanya, munculnya gejala depresi, kekhawatiran terhadap diri dan orang sekitarnya, perilaku social, terganggu konsep seksualitas ketika dewasa, perilaku egois, dan sering menyerah, dan gelisah. Dalam keluarga yang tidak harmonis sering ditemukan seorang anak yang kehilangan ketauladanan. Orang tua yang diharapkan oleh anaknya sebagai teladan, ternyata belum mampu memperlihatkan sikap dan perilaku yang baik. Akhirnya anak kecewa terhadap orang tuanya. Anak merasa gelisah. Mereka tidak betah tinggal di rumah. Keteduhan dan ketenangan merupakan hal yang langka baginya. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif. Proses pendekatan terhadap anak asuh dari korban keluarga borken home yaitu dengan pendekatan individu atau personal, karena di Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Amin tidak bisa menggunakan pendekatan yang lainnya, akan tetapi pihak pengasuh Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Amin Gandu Mlarak Ponorogo akan terus membimbing mereka secara perlahan dan terus memotivasi untuk meningkatkan semangat belajar mereka demi menjadikan pribadi mereka lebih baik.1. Perkembangan mentalitas anak broken home berbeda-beda tergantung permasalahan yang dihadapinya. ada yang lambat ada juga yang cepat, dan masih bisa berinteraksi secara normal dengan masyarakat di sekitarnya. 2. Pendekatan terhadap anak asuh dari korban keluarga borken home yaitu dengan pendekatan individu atau personal, dan terus membimbing mereka secara perlahan agar selalu memotivasi untuk meningkatkan semangat belajar mereka demi menjadikan pribadinya lebih baik.