Ng, Wai Sheng
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Autism and Its Relation to Impaired Central Coherence Roseliza, Murni Ab. Rahman; Ng, Wai Sheng
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v21i3.4383

Abstract

The experimental study was conducted to investigate whether autistic children have impaired central coherence as proposed by Frith and colleagues. Subjects were 30 children dividen equally among autistic, normal and mentally retarded groups, matched at average intellectual level of 5 years old as measured by Raven's Coloured Progressive Matrics. Three sets of test were administered to compare subjects' performance in two task dimensions which were stimuli connection and stimuli isolation. According to Frith, autistic children performed better in stimuli isolation tasks in comparison to stimuli connection tasks. However, the present findins contradicted Frith's postulation as autistic subjects generally demonstrated the tendency to perform better in stimuli connection as opposed to stimuli isolation tasks. Thus, contradicting previous findings regarding autism and impaired central coherence. The implications of the present study were discussed in several aspects including the heterogeneity issue in autism and the possible relations between impaired central coherence and mental retardation. Studi eksperimental ini dilakukan untuk meneliti apakah anak-anak autistik menyandang koherensi sentral yang terganggu sebagaimana dikemukakan oleh Frith dan kawan-kawan. Subjek adalah 30 anak yang dibagi secara merata menjadi kelompok autistik, normal, dan retardasi mental, disertakan pada aras intelektual 5 tahun berdasarkan pengukuran dengan Raven's Coloured Progressive Matrices. Tiga perangkat tes diujikan untuk membandingkan tampilan para subjek dalam dua dimensi tugas yaitu koneksi rangsangan dan isolasi rangsangan. Menurut Frith, anak-anak autistik tampil lebih baik pada tugas-tugas isolasi rangsangan dibandingkan tugas-tugas koneksi rangsangan. Namun, temuan studi ini berlawanan dengan postulat Frith yang menyatakan bahwa subjek-subjek autistik umumnya menunjukkan kecenderungan tampil lebih baik pada tugas-tugas koneksi rangsangan daripada tugas-tugas isolasi rangsangan. Jadi, bertentangan dengan temuan terdahulu menyangkut autism dan koherensi sentral yang terganggu. Implikasi temuan ini dibahas dalam berbagai aspek termasuk keheterogenan isu dalam autisme dan kemungkinan hubungan antara koherensi sentral yang terganggu dan retardasi mental.