Putri, Aulia Nawana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Determinan PDRB, Investasi, IPM, UMK Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi NTB Periode 2019 – 2024 Putri, Aulia Nawana; Salmah, Emi
Center of Economic Students Journal Vol. 8 No. 4 (2025): October-December (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56750/8qd54f68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Investasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2019 – 2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fluktuasi TPT di NTB yang menunjukkan ketimpangan antarwilayah, serta diperlukannya evaluasi faktor-faktor ekonomi dan sosial yang berperan dalam dinamika ketenagakerjaan daerah. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model analisis regresi data panel, menggabungkan data time series dan cross section dari 10 Kabupaten/Kota di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel PDRB dan IPM berpengaruh negatif terhadap TPT, yang berarti peningkatan aktivitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia dapat menurunkan tingkat pengangguran. Variabel Investasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap TPT, mengindikasikan bahwa investasi di NTB belum sepenuhnya efektif dalam menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, variabel UMK berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap TPT, yang menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum belum berdampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap TPT di Provinsi NTB. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas investasi padat karya, sinergi kebijakan upah dengan produktivitas tenaga kerja, serta pembangunan manusia yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja regional.