Indat Nasihihin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBELAJARAN TERINTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PRAKTIKUM MESIN PRODUKSI: KAJIAN ETNOGRAFI TENTANG KARAKTER KERJA ISLAMI Indat Nasihihin; Mardiana; Mareta Ramadhanis; Maya Fatriyana
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2025): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i2.847

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kegiatan praktikum mesin produksi serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter kerja Islami mahasiswa vokasi di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Pendidikan vokasi menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja dan akhlak sesuai nilai Islam, seperti amanah, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kerja sama. Selama ini, pembelajaran PAI di perguruan tinggi cenderung berorientasi kognitif dan normatif, sehingga belum terhubung erat dengan konteks vokasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami pengalaman, praktik sosial, serta konstruksi makna yang muncul antara dosen, instruktur, dan mahasiswa dalam praktikum mesin produksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai PAI dalam praktikum mampu menumbuhkan kesadaran religius dan etos kerja Islami. Nilai seperti amanah, kedisiplinan, dan kerja sama tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi terimplementasi dalam perilaku kerja nyata di bengkel. Pembelajaran terintegrasi ini membuktikan bahwa PAI dapat menjadi dasar pembentukan karakter kerja Islami sekaligus memperkuat kompetensi profesional mahasiswa vokasi.