Background: Burns are one of the most difficult accidents to avoid in children due to their inability to face challenges and determine whether something is dangerous or not. This makes children highly vulnerable to accidents and injuries. Understanding how to treat burns in children quickly and appropriately is crucial for both the sufferer and their family. Parents are the primary support system for direct health care for children. Purpose: To determine the relationship between parental knowledge and burn treatment in children. Method: The study design was cross-sectional, with a population consisting of all mothers with children under 5 years of age, resulting in a total of 391 respondents in Hajimena village. The sample was calculated using the Slovin formula, resulting in a sample of 198 respondents using a purposive sampling technique. The measurement tool used was a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. Results: The frequency distribution of knowledge showed that the majority of patients (52%) had good knowledge, and the frequency distribution of treatment indicated that the majority of patients (79.3%) had adequate knowledge out of the 198 respondents. The chi-square test results showed a p-value of 0.030 ≤ 0.05. Conclusion: There is a relationship between parental knowledge and burn treatment in children. Keywords: Knowledge, Parents, Treatment, Burns. Pendahuluan: Luka bakar merupakan salah satu kecelakaan yang sulit dihindari oleh anak-anak karena ketidakmampuan mereka untuk menghadapi tantangan dan menentukan apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak. Hal ini membuat anak-anak sangat rentan terhadap kecelakaan atau cedera. Memahami cara mengobati luka bakar pada anak dengan cepat dan tepat sangat penting bagi penderita dan keluarganya. Orang tua merupakan sistem pendukung utama untuk perawatan kesehatan langsung bagi anak-anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak. Metode: Desain penelitian Cross-sectional dengan populasi yang terdiri dari seluruh ibu dengan anak di bawah usia 5 tahun, sehingga ditemukan sebanyak 391 orang di desa Hajimena. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin menghasilkan sampel sebanyak 198 responden menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Distribusi frekuensi pengetahuan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (52%) memiliki pengetahuan yang baik dan distribusi frekuensi pengobatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (79,3%) memiliki pengetahuan yang cukup dari 198 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p 0.030 ≤ 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak. Kata Kunci: Luka bakar; Orang Tua; Pengetahuan; Pengobatan.