Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Teori Double Movement Fazlur Rahman terhadap Bagian Ahli Waris Nonmuslim Fadilah, Ikhdatul
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 2 (2025): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wujud kontribusi intelektual telah diberikan oleh Fazlur Rahman berupa teori double movement yang bertujuan untuk memberikan penafsiran al-Qur’an melalui jalan egalitarianisme sosio historis masa lampau dan masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsir QS Al Baqarah ayat 180 sebagai dasar putusan No. 2554/Pdt.G/2011/PA JS tentang kewajiban wasiat terhadap ahli waris nonmuslim. Kemudian bagaimana teori double movement Fazlur Rahman menjawab persoalan waris nonmuslim. Penelitian ini menggunakan library research, menggabungkan studi putusan dan studi pemikiran tokoh. Hasil penelitian menunjukkan Ulama berbeda pendapat QS. Al Baqarah ayat 180 muhakkamah atau sudah dinaskh. Ibnu Abbas, Qatadah dan juga Hasan menyebutkan bahwa ayat ini dinaskh. Sebagian ulama al-Qur’an mengklaim bahwa wasiat untuk orang tua dan sanak kerabat dihapuskan dengan ayat waris. Sehingga hukum dari wasiat tidak wajib, tetapi menjadi sukarela. Jumhur Ulama sepakat bahwa pemberian harta melalui wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 hartanya. Berdasarkan teori double movement Fazlur Rahman, gerakan pertama, kondisi sosio historis masyarakat Arab saat ayat turun, kental dengan hubungan kekerabatan dan peperangan. Sehingga ada kewajiban berwasiat kepada saudara. Kemudian melalui gerakan kedua, hasil dari generalisasi wasiat kepada kerabat memberikan akibat hukum pada putusan yang diberikan dinilai sah. Karena tidak menjadikan tergugat sebagai ahli waris dan hanya mendapat 1/9 harta pewaris. Kata Kunci: Double Movement, Wasiat Wajibah, ahli waris Nonmuslim
Implementasi Teori Double Movement Fazlur Rahman terhadap Bagian Ahli Waris Nonmuslim Fadilah, Ikhdatul
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 2 (2025): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wujud kontribusi intelektual telah diberikan oleh Fazlur Rahman berupa teori double movement yang bertujuan untuk memberikan penafsiran al-Qur’an melalui jalan egalitarianisme sosio historis masa lampau dan masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsir QS Al Baqarah ayat 180 sebagai dasar putusan No. 2554/Pdt.G/2011/PA JS tentang kewajiban wasiat terhadap ahli waris nonmuslim. Kemudian bagaimana teori double movement Fazlur Rahman menjawab persoalan waris nonmuslim. Penelitian ini menggunakan library research, menggabungkan studi putusan dan studi pemikiran tokoh. Hasil penelitian menunjukkan Ulama berbeda pendapat QS. Al Baqarah ayat 180 muhakkamah atau sudah dinaskh. Ibnu Abbas, Qatadah dan juga Hasan menyebutkan bahwa ayat ini dinaskh. Sebagian ulama al-Qur’an mengklaim bahwa wasiat untuk orang tua dan sanak kerabat dihapuskan dengan ayat waris. Sehingga hukum dari wasiat tidak wajib, tetapi menjadi sukarela. Jumhur Ulama sepakat bahwa pemberian harta melalui wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 hartanya. Berdasarkan teori double movement Fazlur Rahman, gerakan pertama, kondisi sosio historis masyarakat Arab saat ayat turun, kental dengan hubungan kekerabatan dan peperangan. Sehingga ada kewajiban berwasiat kepada saudara. Kemudian melalui gerakan kedua, hasil dari generalisasi wasiat kepada kerabat memberikan akibat hukum pada putusan yang diberikan dinilai sah. Karena tidak menjadikan tergugat sebagai ahli waris dan hanya mendapat 1/9 harta pewaris. Kata Kunci: Double Movement, Wasiat Wajibah, ahli waris Nonmuslim