Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENDEKATAN EKSPRESIF PADA PUISI “AKU INGIN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Anjelina Sianturi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8548

Abstract

Puisi “Aku Ingin” oleh Sapardi Djoko Damono menyajikan ungkapan cinta yang tampak sederhana tetapi kaya akan makna emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan ekspresi perasaan, emosi, dan pengalaman batin penyair yang terlihat dalam puisi melalui pendekatan ekspresif. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang dilakukan lewat studi pustaka dan pembacaan mendalam terhadap teks puisi. Data yang diperoleh terdiri dari kutipan larik, kata-kata, dan frasa yang mencerminkan ekspresi subjektif penyair, yang kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi unsur bahasa, metafora, dan citra yang menggambarkan kondisi emosional penyair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Aku Ingin” mencerminkan pandangan batin Sapardi Djoko Damono dalam memahami cinta sebagai suatu perasaan yang tulus, sederhana, dan penuh keikhlasan, yang diekspresikan melalui simbol-simbol alam seperti kayu dan api serta awan dan hujan sebagai lambang pengorbanan tanpa ingin imbalan dan cinta yang tidak memerlukan ungkapan verbal, sehingga pendekatan ekspresif dapat memperlihatkan hubungan yang erat antara karya sastra dan dunia batin penyair.
ANALISIS IDIOM “MARDOMU ROHA” SEBAGAI REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM KARYA SASTRA BATAK TOBA Anjelina Sianturi; Beslina Afriani Siagian
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8809

Abstract

Penelitian ini membahas idiom mardomu roha dalam bahasa Batak Toba sebagai representasi nilai budaya yang tercermin dalam karya sastra Batak Toba. Idiom mardomu roha secara leksikal bermakna “pikiran bertemu”, namun secara idiomatik mengandung makna keselarasan batin, kesatuan perasaan, dan keharmonisan hubungan sosial. Kajian ini menggunakan pendekatan semantik budaya dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian bersumber dari karya sastra Batak Toba serta data sekunder berupa buku linguistik, kamus bahasa Batak Toba, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, sedangkan analisis data difokuskan pada penafsiran makna idiomatik dan konteks budaya penggunaan idiom mardomu roha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom mardomu roha digunakan secara idiomatik untuk mengekspresikan nilai kesabaran, pengendalian diri, keikhlasan, tanggung jawab, penerimaan batin, serta keharmonisan sosial dalam berbagai konteks kehidupan, seperti hubungan kekeluargaan, kepemimpinan, dan peristiwa duka, khususnya kematian. Idiom ini merepresentasikan nilai budaya Batak Toba yang berlandaskan filosofi Dalihan Na Tolu, terutama prinsip somba marhula-hula dan manat mardongan tubu. Dengan demikian, idiom mardomu roha berfungsi tidak hanya sebagai unsur kebahasaan, tetapi juga sebagai simbol nilai budaya dan identitas masyarakat Batak Toba dalam karya sastra.