Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum yang dibentuk dengan Undang-Undanguntuk menyelenggarakan program jaminan sosial sebagai tindak lanjut dari pada Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) bertujuan untuk pembiayaan kesehatan. Untuk itu, dalam rangka memahami dengan jelas dan lengkapsystem kesehatan maka perlulah dipahami pula tentang subsistem pembiayaan kesehatan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui proses pengajuan klaim pada pasien BPJS Instalasi rawat inap Rumah Sakit UmumDaerah Kota Kendari tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Kendari. Namun kenyataanya hal ini masih kurang dimengerti dan dipahamisepenuhnya dimana masih terdapat permasalahan antara pelayanan kesehatan yang diterima dengan tuntutanpengajuan klaim dan rumah sakit, yaitu pengajuan klaim tidak sesuai dengan prosedur dan jumlah klaim yangditerima rumah sakit tidak sesuai dengan jumlah yang diklaimkan rumah sakit sehingga menimbulkan masalahbagi RSUD Kota Kendari. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis sangat penting dilakukan. Rekam medisberfungsi sebagai tanda bukti sah yang dimiliki oleh setiap pasien dan dapat dipertanggungjawabkan secarahukum. Oleh karena itu, rekam medis yang lengkap harus diisi dengan lengkap dan jelas tentang semuapelayanan yang diberikan kepada pasien. Ketidaklengkapan kode diagnosis/tindakan yang berisi tentang datamedis pasien akan mempengaruhi proses penentuan dalam klaim BPJS. Dari hasil penelitian menunjukan bahwamasih terdapat beberapa masalah dalam proses pengklaiman salah satunya adalah ketidak lengkapan berkasklaim dan perbedaan jumlah pembayaran klaim yang diterima oleh rumah sakit.Kata Kunci: BPJS, Kelengkapan Informasi, Persetujuan Klaim, Pembayaran Klaim