Penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam melindungi tenaga kerja pada proyek konstruksi berskala besar, termasuk pada Proyek Pembangunan Bendungan Karangnongko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajii efektivitas penerapan K3 dalam proses identifikasi, penilaian, serta pengendalian potensi bahaya yang muncul selama kegiatan konstruksi. Pendekatan yang digunakan didasarkan pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagai acuan utama pelaksanaan keselamatan kerja, serta metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk memetakan tingkat risiko pada berbagai aktivitas pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program K3 di proyek ini telah diterapkan secara sistematis, ditunjukkan melalui pengawasan disiplin kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kegiatan safety morning talk, safety induction bagi pekerja baru, pelatihan keselamatan, serta pemeriksaan rutin oleh petugas pengawas. Penerapan housekeeping, pemilahan limbah konstruksi, dan prosedur tanggap darurat juga berkontribusi terhadap terciptanya area kerja yang aman, tertata, dan minim potensi kecelakaan. Di samping itu, budaya keselamatan (safety culture) dibangun melalui komunikasi intensif antara manajemen dan pekerja, termasuk melalui toolbox meeting, pelaporan insiden, dan evaluasi berkala untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap risiko kerja. Secara keseluruhan, penerapan manajemen risiko berbasis SMK3 di Proyek Bendungan Karangnongko terbukti mampu meningkatkan keselamatan tenaga kerja, menekan potensi kecelakaan, serta mendukung efisiensi operasional proyek. Implementasi K3 ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Temuan ini menegaskan bahwa pelaksanaan K3 yang konsisten dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan proyek infrastruktur nasional.