Sumber daya teknologi informasi (TI) merupakan aset strategis yang menentukan keberlanjutan dan daya saing organisasi. Pengelolaan sumber daya TI yang tidak optimal berpotensi menimbulkan risiko operasional, finansial, dan keamanan informasi. Optimalisasi sumber daya menjadi kebutuhan fundamental di mana proses dan upaya dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan ketersediaan alat yang mencakup unsur manusia, proses, dan teknologi secara efektif dan efisien. Pada konteks tata kelola teknologi informasi, COBIT merupakan kerangka kerja yang berperan untuk membantu organisasi mensinambungkan antara manfaat teknologi informasi, penggunaan sumber daya, dan pengelolaan resiko. Scoping review ini bertujuan memetakan bukti empiris mengenai penerapan optimalisasi sumber daya menggunakan framework COBIT dengan fokus pada studi yang dipublikasikan antara tahun 2018–2024. Menggunakan kerangka metodologis Arksey & O'Malley (2005), proses review meliputi identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian literatur sistematis di berbagai basis data elektronik, seleksi inklusi-eksklusi, ekstraksi data, hingga analisis deskriptif dan tematik. Dari 16 artikel terpilih, sebagian besar penelitian menggunakan desain studi kasus dan survei untuk menguji efektivitas implementasi COBIT dalam optimalisasi sumber daya TI. Hasil secara konsisten menunjukkan bahwa implementasi COBIT (baik versi 5 maupun 2019) efektif dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya TI dengan penghematan biaya operasional antara 18-31%, peningkatan efisiensi utilisasi sumber daya sebesar 25-45%, serta peningkatan kualitas layanan TI sebesar 20-35%. Tantangan utama implementasi meliputi keterbatasan SDM kompeten, resistensi perubahan organisasi, dan kesulitan pengukuran ROI. Temuan ini memberikan dasar kuat bagi intervensi organisasi melalui pendekatan bertahap, integrasi dengan framework lain, dan pengembangan roadmap implementasi yang komprehensif, sekaligus menegaskan perlunya penelitian longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang implementasi COBIT.