Mind Mapping merupakan suatu cara alternatif yang ditujukan kepada seluruh bagian otak untuk berpikir linier sehingga dapat memberikan kebebasan kepada anak untuk menggorganisir dan menghubungkan ide, konsep, dan informasi dalam bentuk peta konsep yang menyerupai jaringan saraf otak. Motorik kasar yang berkembang memberi kemampuan fisik yang lebih mumpuni seperti tidak mudah lelah dalam melakukan aktifitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh mind mapping berlari terhadap perkembangan motorik kasar pada anak Di TK Babul Ilmi Di Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Perkembangan motorik kasar sebelum diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 11 responden (36,6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 15 responden (50%) dan perkembangan yang mulai berkembang sebanyak 4 responden (13,4%) kemudian setelah diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 23 responden (76.6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 7 responden (23,4 %) dan perkembangan yang mulai berkembangan sebanyak 0 responden (0 %). Metode Penelitian one-group pra-posttest design dengan jumlah 30 Responden yang di criteria dengan Tehnik Purposive Sampling. Pengumpulan Data dilakukan menggunakan kuesioner kemudian data tahap coding dan scoring, lalu di Uji menggunakan Uji Wiloxcon. Hasil Ui Wiloxcon diperoleh taraf signifikan ρ < 0,05 dengan signifikan ρ < 0,001 mengukur Perkembangan Motorik Kasar sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Metode Mind Mapping Pada anak TK Bila ρ < 0,05 menunjukkan bahwa adanya perbedaan pengaruh Metode Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak TK. Kesimpulan lakukan stimulasi sesering mungkin kepada anak agar dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan pada anak terutama perkembangan motorik kasar.