Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan dan Peran Hukum Pidana Islam sebagai Sumber Normatif dalam Hukum Pidana Mesir Kontemporer Hasan, Firdaus; Rahmawati, Sopi Laeli Fitri
Jurnal Al-Jina'i Al-Islami Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Al-Jinai'Al-Islami (December)
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaa.v3i1.2957

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dikotomi hukum di Mesir, di mana terdapat ketegangan antara struktur hukum pidana positif warisan kolonial Prancis yang bersifat sekuler dengan identitas sosiokultural sebagai sumber utama legislasi, namun dalam praktiknya sering dianggap hanya menjadi hiasan simbolis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan peran hukum pidana Islam sebagai sumber normatif dalam sistem hukum Mesir kontemporer serta implikasinya terhadap relasi antara syariah dan hukum modern. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan komparatif terbatas melalui analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana Islam di Mesir bertransformasi menjadi sumber normatif-etik dan batu uji konstitusionalitas melalui peran Mahkamah Konstitusi Agung (SCC), bukan sebagai kodifikasi teknis yang kaku. Kebaruan penelitian ini terletak pada pergeseran fokus analisis dari perdebatan formal hukum pidana Islam menuju kajian tentang kedudukannya sebagai sistem nilai yang tetap hidup dalam konstruksi hukum modern. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan wacana integrasi hukum Islam di negara Muslim yang berbasis pada mempertahankan fosmalisasi sanksi, serta pada penguatan nilai dan moralitas hukum.
Enforcement of Islamic Criminal Law is a Concrete Solution to Eradicate Corruption Salsabila, Adzanah Mariska Salsabila; Anggara, Zaky; Hasan, Firdaus
Al-'Adl Vol. 19 No. 1 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The persistence of systemic corruption in Indonesia highlights the structural inadequacy of positive law in confronting extraordinary crime. Data from Indonesia Corruption Watch (ICW) show that in 2023 there were 791 corruption cases involving 1,695 suspects, causing potential state losses of Rp56 trillion, which escalated dramatically in 2024 to Rp279.9 trillion. This escalation reflects not merely weak law enforcement, but a deeper normative failure in the construction and orientation of positive criminal law, which remains predominantly formalistic and punitive without effectively addressing the social harm and breach of public trust inherent in corruption. This study aims to critically examine Islamic criminal law as a normative alternative framework for combating corruption, premised on the holistic character of fiqh jināyah in addressing both moral and structural dimensions of crime. Employing a qualitative method with a normative juridical approach, this research utilises statute and conceptual analyses based on secondary data derived from legislation, Islamic legal sources, and criminal law literature. The findings indicate that positive law has not comprehensively addressed corruption, thereby affirming the relevance of Islamic criminal law, which conceptualises corruption as jarīmah fasād grounded in Qur’anic principles and legal maxims, offering a stronger foundation for deterrence, justice, and social accountability.