This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI DAN PERUBAHAN HUBUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM FILM “KELUARGA CEMARA” Anggi Yus Susilowati; Putri Alya Sari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 07 Desember (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga yang digambarkan dalam film "Keluarga Cemara". Film ini dipilih karena menyajikan narasi dramatis mengenai dinamika keluarga inti yang mengalami kemerosotan status sosial dan ekonomi secara tiba-tiba. Fokus utama penelitian adalah bagaimana krisis eksternal memengaruhi interaksi, peran, dan kohesi antar anggota keluarga, serta nilai-nilai apa yang dipertahankan atau diredefinisikan.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, untuk mengurai tanda-tanda, kode, dan mitos yang merepresentasikan konsep "keluarga bahagia" di tengah kesulitan. Data primer berupa adegan, dialog, dan elemen visual dalam film dianalisis untuk mengidentifikasi pola hubungan sosial sebelum dan sesudah keluarga mengalami kebangkrutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa film "Keluarga Cemara" menyajikan perubahan hubungan sosial yang signifikan. Awalnya, hubungan keluarga dicirikan oleh stabilitas materi dan peran yang jelas. Pasca-krisis, terjadi pergeseran dari hubungan yang didasarkan pada kenyamanan ekonomi menjadi hubungan yang berlandaskan solidaritas emosional dan spiritual. Film ini secara kuat merepresentasikan bahwa kesulitan ekonomi berfungsi sebagai katalisator yang memunculkan konflik internal, namun pada saat yang sama, memperkuat nilai-nilai inti seperti pengorbanan, kejujuran, dan komunikasi terbuka sebagai mekanisme pertahanan keluarga.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa "Keluarga Cemara" menawarkan sebuah narasi tandingan atas mitos kemakmuran, menempatkan keutuhan dan cinta kasih sebagai "harta" utama keluarga yang mampu mengatasi segala perubahan materi. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami representasi media terhadap resiliensi keluarga di Indonesia.