This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Dinar Rizky Listyaputri, Agus Suprijono, Corry Liana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN READING COMPREHENSION (PEMAHAMAN MEMBACA) SISWA KELAS XI SMA KARTIKA IV-3 SURABAYA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Regita Anastacia Bahrum; Dinar Rizky Listyaputri, Agus Suprijono, Corry Liana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan reading comprehension merupakan fondasi utama dalam pembelajaran sejarah yang menuntut siswa untuk tidak sekadar membaca, melainkan menafsirkan dan merekonstruksi peristiwa masa lalu melalui konsep berpikir sejarah (The Big Six). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan reading comprehension siswa serta menggali faktor-faktor kualitatif yang melatarbelakangi kesenjangan kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode mix methods dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas XI-B2 SMA Kartika IV-3 Surabaya. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman membaca, kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif untuk data kuantitatif dan analisis tematik model Miles dan Huberman untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kemampuan reading comprehension siswa berada pada kategori "Baik" dengan nilai rata-rata 71,43. Namun, di balik rata-rata tersebut, ditemukan polarisasi kemampuan yang signifikan dengan Simpangan Baku 15,29, di mana kelas terbagi menjadi kelompok berkemampuan "Sangat Baik" (28,6%) dan kelompok "Kurang" (23,8%). Temuan kualitatif mengungkap bahwa kesenjangan ini disebabkan oleh gradasi strategi kognitif yang bertingkat: siswa berkemampuan tinggi (Rasional) menerapkan deep processing dengan merekonstruksi makna secara utuh; siswa berkemampuan sedang (Multistruktural) menerapkan strategic processing yang bersifat prosedural-akumulatif dengan mencatat poin penting; sedangkan siswa berkemampuan rendah (Unistruktural) terjebak pada surface processing yang bersifat mekanis dan repetitif. Temuan ini mengindikasikan bahwa hambatan utama literasi sejarah terletak pada perbedaan fundamental mekanisme pemrosesan informasi siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembelajaran terdiferensiasi dan pengajaran strategi literasi historis secara eksplisit.