This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN HISTORIS: UPAYA PELESTARIAN CANDI TAWANGALUN SEBAGAI CAGAR BUDAYA KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2000-2020 Ragil Prayogi; Sumarno
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warisan budaya merupakan unsur penting dalam pembentukan identitas dan jati diri bangsa, termasuk situs purbakala seperti candi yang merepresentasikan perkembangan peradaban, sistem kepercayaan, serta dinamika sosial-politik masyarakat masa lampau. Salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai penting namun belum memperoleh perhatian optimal adalah Candi Tawangalun yang terletak di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis upaya pelestarian Candi Tawangalun sebagai peninggalan cagar budaya Kabupaten Sidoarjo dalam kurun waktu 2000–2020, dengan fokus pada permasalahan pelestarian, peran pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, serta wawancara dengan juru kunci candi, masyarakat sekitar, dan perangkat Desa Buncitan. Kritik sumber dilakukan untuk menilai keaslian dan kredibilitas data, sedangkan interpretasi bertujuan memperoleh pemahaman objektif terhadap upaya pelestarian yang dilakukan. Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk penulisan sejarah yang deskriptif dan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Tawangalun merupakan peninggalan masa akhir Kerajaan Majapahit abad ke-15 hingga awal abad ke-16. Namun, pelestarian selama periode penelitian masih bersifat sporadis, kurang terkoordinasi, dan terkendala aspek hukum, kelembagaan, serta kesadaran masyarakat. Meski demikian, Candi Tawangalun memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal dan penguatan identitas budaya masyarakat Sidoarjo.