Era disrupsi ditandai dengan perkembangan digital yang begitu pesat menuntut para pegiat pendidikan Islam untuk lebih kreatif dan menghadirkan cara dan paradigma baru. Pada era disrupsi ini banyak perubahan yang begitu cepat terjadi, yang paling menonjol lebih dominannya akses media sosial ataupun teknologi informasi. Strategi sebagai proses manajemen hubungan antara lembaga dengan lingkungan, terdiri dari perencanaan strategik, perencanaan kapabilitas, dan manajemen perubahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk : a) mendeskripsikan Langkah strategis Pendidikan Islam pada era Disrupsi, b) mendapatkan data terkait strategi Pendidikan Islam diera disrupsi, c) mengetahui Langkah strategis Pendidikan Islam di era Disrupsi. Metodologi Penelitian yang digunakan yaitu merupakan jenis riset pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mana riset ini menggambarkan dan menganalisis data yang ada di kepustakaan yaitu buku-buku, majalah, berita koran dan jurnal semua bahan itu dicatat dan dianalisis kemudian diolah menjadi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengembangan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, hal ini sangat relevan dengan persaingan yang begitu kompetitif maka perlu peningkatan kualitas baik teknis maupun nonteknis, Pengembangan kurikulum atau bahan ajar yang mampu memberikan dorongan bagi murid untuk lebih antusias dalam belajar bisa menggunakan pembelajaran berwawasan global dan pendekatan teknologi, Meningkatkan sarana dan prasarana berbasis teknologi digital, Meningkatkan imun spiritualitas agar terbentuknya akhlak atau karakter yang kuat, Evaluasi dan kontrol sehingga hasil kinerja bisa terpantau dan bisa dibandingkan dengan kinerja yang dinginkan.