Azmi, Adinda Nurfadhillah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Broken Home Terhadap Kondisi Emosional Remaja dan Penanganannya Melalui Konseling Traumatik Kaniya, Dira; Mardiyah, Ainul; Azmi, Adinda Nurfadhillah; Masdela, Masdela
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/826kzc67

Abstract

Kondisi keluarga Broken Home merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap gangguan perkembangan emosional pada remaja. Konflik orang tua yang berlarut-larut hingga perpisahan sering kali menimbulkan pengalaman traumatik berupa perasaan kehilangan, ketidakamanan emosional, kecemasan, serta kesulitan regulasi emosi. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Broken Home terhadap kondisi emosional remaja serta mengkaji efektivitas konseling traumatik sebagai upaya pemulihan emosional. Penulisan artikel ini didasarkan pada tiga laporan analisis pelaksanaan konseling individu terhadap remaja perempuan berusia 15–16 tahun yang berasal dari keluarga Broken Home dan tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Melati Aisyiyah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseli ketiga mengalami permasalahan emosional yang relatif serupa, seperti kecenderungan menarik diri, memendam emosi, perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan, serta pola pikir negatif terhadap diri dan kondisi keluarga. Penerapan konseling individu dengan pendekatan humanistik yang dipadukan dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti membantu konseli pengekspresian emosi secara lebih sehat, mengurangi intensitas emosi negatif, serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, dan penyesuaian diri. Dengan demikian, konseling traumatik dapat menjadi intervensi alternatif yang efektif dalam mendukung pemulihan emosional remaja yang terdampak Broken Home, terutama dalam konteks lembaga kesejahteraan sosial anak.