Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

طريقة ترجمة الكتب العربية إلى الإنجليزية و الإندونيسية بمعهد فونجاء دار السلام الإسلامي فوتوءان دايا باميكاسن Noer Fadila; Umar Bukhory
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2018): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v12i2.2017

Abstract

There is a translation program of Arabic books into English and Indonesian with different methods applied in Pondok Pesantren Puncak Darussalam. This research is to describe translation methods of Arabic books into English or Indonesian and to analyze similarities and differences between the translation methods in two language centers. This is a descriptive qualitative research. It revealed that there are three methods in the translation of Arabic books. Semantic translation (with guidance) and free translation (without guidance) used in the translation of the Arabic books into English in English center, and word-for-word translation used in the translation of Arabic books into Indonesian at the Arabic center. Meanwhile, the similarities are they used the introductory translation; oral translation, word-for-word translation, and the translation process that is still oriented to the source language. The differences are the translation process at English center is more (used two methods) than in Arabic center (used one method), and the use of semantic translation methods in Arabic center inserted elements of semantics, while the application of word-for-word translation in Arabic center inserted the elements of nahwu. Semantic translation in English center included in the category of understanding, meantime word-for-word translation included in the level of analysis.
Budaya Dalam Perspektif Dakwah: (Studi Tentang Tradisi “Terbhangan Al-Hilal” Di Dusun Tacempah Desa Plakpak Pegantenan Pamekasan) Siti Nurul Hasanah; Umar Bukhory
Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/meyarsa.v1i2.3949

Abstract

Terbhangan (hadrah) merupakan salah satu seni musik Islam yang masih dilestarikan di Dusun Tacempah Desa Plakpak hingga saat ini. Terbhangan di Dusun Tacempah khususnya terbhangan Al-Hilal ini berbeda dengan terbhangan yang ada di berbagai kota bahkan di berbagai belahan dunia. Perbedaan tersebut terletak pada semua yang terdapat pada terbhangan tersebut, baik dari pukulan terbhang dan jenisnya, gerakan tari yang dilakukan oleh penari beserta nama-namanya, hingga shalawat yang dibaca hadi. Namun, tidak dipungkiri ada persaman antara terbhangan Al-Hilal dan terbhangan lainnya. Selain perbedaan tersebut, ada makna simbolik yang terkandung di dalamnya sehingga akan menarik jika dikaji secara mendalam, seperti persoalan nilai-nilai dakwah dari keseluruhan tradisi terbhangan Al-Hilal dan makna simbolik dari gerakan tari yang dilakukan anggota penari. Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu; pertama, apakah nilai-nilai dakwah dalam tradisi terbhang Al-Hilal di Dusun Tacempah Desa Plakpak Pegantenan Pamekasan? kedua, apakah makna simbolik dari tradisi terbhangan Al-Hilal di Dusun Tacempah Desa Plakpak Pegantenan Pamekasan?. Dari rumusan masalah ini, akan dikuak makna-makna yang ada dalam keseluruhan terbhangan Al-Hilal juga nilai dakwah yang terkandung di dalamnya karena esinsi dari terbhangan adalah bagaimana masyarakat bisa mengetahui dan memahami makna dan nilai dakwah yang ada pada terbhangan Al-Hilal. Secara metodologis, penggalian data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara secara mendalam, observasi partisipan pasif (pengamatan), dan analisis dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan analisis semiotika teori Rolend Barthes. Dari pendekatan serta analisis tersebut dapat ditemukan beberapa hal sebagai berikut; pertama, Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa terdapat banyak nilai dakwah dalam keseluruhan tradisi terbhang Al-Hilal. kedua, hampir keseluruhan gerakan tari dalan terbhangan Al-Hilal memiliki makna simbolik yang mendominasi makna tauhidiyah dan akhlak. Namun, tidak banyak yang mengetahui nilai-nilai dakwah dan makna simbolik yang ada pada tradisi terbhangan Al-Hilal baik dari anggota maupun masyarakat Dusun Tacempah Desa Plakpak Pegantenan Pamekasan.