Abad Akbar Muhammad, Arramadhan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Refleksi Hidup di Pengasingan: Tinjauan Tata Kelola Pameran Tunggal Semsar Siahaan Abad Akbar Muhammad, Arramadhan; Margana, Sri
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 11, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v11i2.18055

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip manajemen POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Evaluating) dalam penyelenggaraan pameran tunggal The Shade of Northern Lights oleh Semsar Siahaan di Galeri Nasional Indonesia pada tahun 2004. Pameran ini menjadi peristiwa penting dalam perjalanan karier Semsar, karena menandai kepulangannya ke Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal di Kanada serta memperlihatkan dinamika hubungan antara seni, pengalaman diaspora, dan konteks sosial-politik pascareformasi. Melalui pendekatan deskriptif-analitis dan studi dokumentasi kearsipan, penelitian ini menelusuri secara sistematis proses perencanaan, pengorganisasian tim, pengelolaan karya dan logistik, strategi publikasi, hingga mekanisme pengendalian dan evaluasi yang dijalankan oleh Semsar dan berbagai pihak yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur manajemen yang diterapkan Semsar mencerminkan pemahaman yang kuat terhadap prinsip POACE, terlihat melalui kesiapannya dalam menyusun proposal, menjalin komunikasi lintas negara, mengatur distribusi karya, serta membangun jejaring dengan institusi lokal. Pendekatan ini memperlihatkan kecenderungan internasionalisme yang turut membentuk karakter pameran tersebut. Kendati demikian, penelitian juga menemukan sejumlah keterbatasan, terutama minimnya dokumentasi terkait tahap evaluasi serta keterlambatan dalam pelaporan administrasi keuangan. Meskipun demikian, pameran ini berhasil memperkuat kembali posisi Semsar dalam ekosistem seni rupa Indonesia dan menawarkan model praktik manajemen pameran yang relevan untuk kajian tata kelola seni kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap studi manajemen seni di Indonesia yang masih jarang dikaji secara mendalam, sekaligus menegaskan pentingnya penerapan prinsip POACE sebagai kerangka analitis dalam membaca praktik pengelolaan pameran seni. Reflections on Life in Exile: A Review of the Management of Semsar Siahaan's Solo Exhibition ABSTRACTThis study examines the application of the POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Evaluating) management principles in organizing the solo exhibition The Shade of Northern Lights by Semsar Siahaan at the National Gallery of Indonesia in 2004. This exhibition was a significant milestone in Semsar's career, as it marked his return to Indonesia after years in Canada and demonstrated the dynamic relationship between art, diasporic experiences, and the post-Reformasi socio-political context. Using a descriptive-analytical approach and archival documentation studies, this study systematically traces the planning process, team organization, work and logistics management, publication strategies, and control and evaluation mechanisms implemented by Semsar and the various parties involved. The results show that Semsar's management structure reflects a strong understanding of the POACE principles, as evidenced by his readiness to prepare proposals, establish cross-border communication, organize the distribution of works, and build networks with local institutions. This approach demonstrates a tendency towards internationalism that also shaped the character of the exhibition. However, the study also found several limitations, particularly the lack of documentation related to the evaluation stage and delays in financial administration reporting. Nevertheless, this exhibition successfully reaffirmed Semsar's position in the Indonesian art ecosystem and offered a model of exhibition management practices relevant to the study of contemporary art governance. This research contributes to the rarely studied in-depth study of arts management in Indonesia, while also emphasizing the importance of applying the POACE principle as an analytical framework for understanding art exhibition management practices.