Amu, Verawaty
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Determinan Kejadian TB Paru Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kota Gorontalo Amu, Verawaty; Ischak, Netty Ino; Ahmad, Jusna
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2410

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang memiliki hubungan erat dengan Diabetes Mellitus (DM), di mana penderita DM memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB akibat penurunan fungsi imunitas. Kota Gorontalo menunjukkan peningkatan kasus komorbid TB-DM dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan analisis ilmiah untuk mengidentifikasi faktor determinan yang berkontribusi terhadap kejadian TB pada penderita DM tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian TB paru pada penderita DM tipe II di Kota Gorontalo. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik, jumlah sampel 90 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, serta pemeriksaan kadar gula darah, kemudian dianalisis menggunakan uji Odds Ratio (OR) dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat variabel yang terbukti berpengaruh signifikan, yaitu usia (p=0,003; Exp(B)=6,644), jenis kelamin (p=0,045; Exp(B)=0,008), pendidikan (p=0,006; Exp(B)=0,034), dan pekerjaan (p=0,013; Exp(B)=61,210) sebagai determinan paling dominan terhadap kejadian TB paru pada penderita DM tipe II. Pekerjaan, usia, jenis kelamin, dan pendidikan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kejadian TB paru pada penderita diabetes mellitus tipe II di Kota Gorontalo, dengan pekerjaan dan usia muncul sebagai determinan paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik sosiodemografis memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko TB pada populasi dengan DM tipe II.