Keselamatan penerbangan merupakan aspek paling krusial dalam industri aviasi modern, di mana faktor manusia (human factor) menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan pesawat udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengetahuan human factor terhadap pencegahan kecelakaan penerbangan di Indonesia, dengan fokus pada maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur berdasarkan data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), International Civil Aviation Organization (ICAO), dan berbagai jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60–80% kecelakaan penerbangan di Indonesia disebabkan oleh faktor manusia, seperti kesalahan pengambilan keputusan, kehilangan kesadaran situasional, dan miskomunikasi antar awak. Penerapan pelatihan berbasis human factor seperti Crew Resource Management (CRM), Safety Management System (SMS), dan Fatigue Risk Management System (FRMS) terbukti mampu menurunkan tingkat kecelakaan secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Namun, implementasi human factor masih menghadapi tantangan berupa pelatihan yang belum merata, budaya keselamatan yang lemah, dan keterbatasan sumber daya manusia. Secara keseluruhan, peningkatan pengetahuan human factor memiliki dampak positif terhadap pencegahan kecelakaan pesawat udara. Diperlukan komitmen berkelanjutan dari maskapai, regulator, dan lembaga pendidikan penerbangan untuk memperkuat budaya keselamatan dan memastikan bahwa prinsip human factor diterapkan secara konsisten di seluruh aspek operasional penerbangan.