Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS INTEGRASI SISTEM PLTS OFF-GRID UNTUK JARINGAN RADIO LINK DI AREA PERTAMBANGAN PT. ARTHA TUNGGAL MANDIRI Adriansyah; Ansar Rizal; Agusma Wajiansyah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i1.8780

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi jaringan radio link yang didukung oleh sistem tenaga surya (PLTS) di PT Artha Tunggal Mandiri, khususnya di area pertambangan yang belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas integrasi PLTS sebagai sumber energi off-grid terhadap kinerja sistem komunikasi radio link di lingkungan pertambangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif dan analisis teknis terhadap proses instalasi dan kinerja sistem di lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan PLTS mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan, sementara jaringan radio link berfungsi secara andal dalam menjaga kelangsungan komunikasi di kawasan pertambangan terpencil. Integrasi kedua sistem ini telah terbukti dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan jaringan listrik konvensional, serta meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, sistem PLTS yang terintegrasi dengan jaringan radio link merupakan solusi efektif dan dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan komunikasi di daerah pertambangan terpencil, dan memiliki potensi untuk diterapkan secara lebih luas di sektor industri serupa.
SMARTSOIL: SISTEM MONITORING KELEMBABAN TANAH BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN ESP32 DAN SENSOR SOIL MOISTURE wa ode denada mar ella; Fajerin Biabdillah; Agusma Wajiansyah; Abbizar Mulia
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i1.8788

Abstract

Abstrak. Kelembaban tanah merupakan parameter penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman dan pengelolaan irigasi yang optimal. Namun, pemantauan kelembaban tanah yang masih dilakukan secara manual memiliki keterbatasan, seperti kurang akurat, tidak bersifat real-time, serta membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan SMARTSOIL, yaitu sistem monitoring kelembaban tanah berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor soil moisture. Metode penelitian meliputi perancangan sistem, pembuatan perangkat keras, pengembangan perangkat lunak, serta pengujian dan kalibrasi sensor. Sensor soil moisture digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembaban tanah, kemudian data diproses oleh ESP32 dan ditampilkan melalui LCD OLED serta dikirimkan ke platform IoT untuk pemantauan jarak jauh secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca kelembaban tanah pada rentang 18%–82% sesuai kondisi tanah kering hingga basah, dengan kestabilan pembacaan yang baik dan waktu pengiriman data rata-rata 1,1–1,3 detik. Kesimpulannya, sistem SMARTSOIL mampu menyediakan data kelembaban tanah yang akurat dan real-time sehingga layak digunakan sebagai solusi monitoring kelembaban tanah berbasis IoT dalam mendukung pengambilan keputusan pengelolaan irigasi tanaman. Abstract. Soil moisture is an important parameter that plays a crucial role in supporting plant growth and optimal irrigation management. However, soil moisture monitoring that is still conducted manually has several limitations, including low accuracy, lack of real-time capability, and higher time and labor requirements. This research aims to design and implement SMARTSOIL, an Internet of Things (IoT)-based soil moisture monitoring system using an ESP32 microcontroller and a soil moisture sensor. The research methodology includes system design, hardware development, software development, as well as sensor testing and calibration. The soil moisture sensor is used to detect soil moisture levels, which are then processed by the ESP32 and displayed locally on an OLED LCD, as well as transmitted to an IoT platform for real-time remote monitoring. The experimental results show that the system is able to measure soil moisture levels in the range of 18%–82%, corresponding to dry to wet soil conditions, with stable readings and an average data transmission time of 1.1–1.3 seconds. In conclusion, the SMARTSOIL system is capable of providing accurate and real-time soil moisture data and is suitable to be used as an IoT-based soil moisture monitoring solution to support irrigation management decision-making.
Arduino-Based Automatic Door Opener Design Using Ultra-sonic Sensors Desriani Martha Noelita Pakpahan; Hari Purwadi; Agusma Wajiansyah
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v6i1.6663

Abstract

The development of microcontroller technology has made it easier to design simple, economical, and easily applied automatic systems in everyday life. One application of this technology is an automatic door opener system. This study aims to design and test an Arduino-based automatic door opener system using an HC-SR04 ultrasonic sensor as an object detector. A cardboard house is used as a prototype to simplify the system design and testing process. The designed system uses an Arduino Uno as the main controller, an HC-SR04 ultrasonic sensor as a distance detector, and a servo motor as an actuator to open and close the door. The ultrasonic sensor detects the distance of the object in front of the door, then the Arduino processes the distance data to determine whether the door will open or close automatically. Tests were conducted with several variations in object distance to determine the level of sensor accuracy and system response. The test results show that the system is able to work well at a detection distance of less than or equal to 15 cm with an average response time of around 0.8 – 1.0 seconds. The door can open automatically when the object is within a predetermined distance and closes again after the object moves away. Based on these results, the designed automatic door opening system can function according to the research objectives and is suitable for application in a door automation system prototype.