Kebebasan pers di Indonesia mengalami dinamika yang signifikan seiring dengan perkembangan teknologi digital. Era digital saat sekarang membawa kemajuan dalam akses informasi dan pemberitaan bagi publik, tetapi juga memunculkan tantangan baru bagi dunia jurnalis dan media. Untuk melindungi kebebasan pers, diperlukan upaya berkelanjutan untuk menyeimbangkan antara kebebasan berpendapat dalam arti menyampaikan informasi kepada publik dan tanggung jawab dalam lingkungan media yang semakin kompleks, termasuk dampaknya terhadap kompetensi wartawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis polemik kebebasan pers dan tanggung jawab jurnalis terhadap pemberitaan, serta etika jurnalistik dalam lingkungan media massa yang kompetitif di wilayah Kabupaten Pati. Metode penelitian yang dipakai untuk menganalisa adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jurnalis harus bertanggung jawab atas semua produk yang dihasilkan dan disampaikan kepada publik. Dewan Pers sebagai lembaga yang berwenang menilai dan mengawasi kinerja pers, atas pelanggaran kode etik jurnalistik dan etika, agar jurnalis senantiasa bertindak dengan penuh tanggung jawab seraya mengedepankan strategi prinsip-prinsip moral. Dapat disimpulkan bahwa kebebasan pers sangat berkaitan dengan tanggung jawab jurnalis dan dapat memberikan dampak terhadap kompetensi wartawan. Kebebasan pers yang tidak diimbangi dengan tanggung jawab serta kompetensi wartawan, dapat mengarah pada disinformasi dan manipulasi serta berpotensi merugikan pihak ketiga. Jurnalis yang bertanggung jawab, dan wartawan yang kompeten, dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kebebasan pers.