Dalam era modernisasi masyarakat menghadapi berbagai tantangan dan perubahan sosialmyang signifikan. Modernisasi, globalisasi dan teknologi serta informasi menjadi pendorong utama perubahan tersebut menggambar pada teori wacana Antonio Gamsci mengenai budaya hegemoni mengenai fashion saat ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan didukung pendekatan fenomenologi. Metode ini menyajikan hasil penelitian dalam bentuk naratif deskriptif bersifat menyeluruh disertai interpretasi seluruh aspek kehidupan guna menggambarkan kompleksitas kehidupan tersebut. Fokus penelitian terletak pada aspek festival budaya yang diselenggarakan dalam rangka memperkuat modal sosial dan kearifan lokal masyarakat kabupaten Tangerang sebagai perwujudan upaya counter hegemony.Makalah ini berangkat untuk menguji premis teoritisnya secara empiris dengan meninjau mengenai lomba fashion yang diadakan di kegiatan seminar Global Partnership In Research, Community Service, And International Benchmarking di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta dengan pendekatan analisis perubahan sosial. Berawal dari kehidupan konsumtif dan pola pikir bahwa barang yang bagus adalah barang yang mahal maka penelitan ini akan merubah bahwa gaya tradisional melalui teknologi. Teknologi pendidikan dapat menciptakan produk yang berkualitas mengikuti perkembangan fashion yang terus berkembang, informasi dan komunikasi dalam beberapa kehidupan telah memunculkan model ekonomi baru yang terkendali pada efek jaringan dan teknologi sunber terbuka serta digital commons. so the researcher made an ethnic and interesting costume with the title "Comformance of Klungkung Kareo as a Cultural Hegemony between Fashionable and Educational Technology