Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam membentuk iman, karakter, dan moral peserta didik sejak masa Reformasi Gereja hingga era modern. Namun, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di abad ke-21. Era digital ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, perubahan pola belajar generasi muda, serta meningkatnya arus informasi yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai iman Kristen. Kondisi ini menuntut Pendidikan Agama Kristen untuk melakukan adaptasi agar tetap relevan dan bermakna dalam pembentukan spiritual dan moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pendidikan Agama Kristen dalam lintasan sejarah sejak era Reformasi Gereja hingga era digital kontemporer, serta menganalisis tantangan dan arah pengembangannya di tengah transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku teologi dan pendidikan Kristen, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta dokumen akademik relevan yang terbit dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen mengalami perubahan signifikan dalam metode, media, dan peran pendidik seiring perkembangan zaman. Pada era digital kontemporer, PAK dituntut untuk mengintegrasikan teknologi digital secara bijak guna mendukung pembelajaran iman tanpa mengabaikan kedalaman spiritual dan pembentukan karakter Kristiani. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen di masa depan perlu dikembangkan melalui pendekatan kontekstual, reflektif, dan inovatif dengan menekankan integrasi teknologi dan nilai-nilai iman Kristen secara seimbang.