Annisa Febriana Yasmin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Rewang Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Transmigran di Piruko Kabupaten Dharmasraya Alfia Khairani; Nofri Yuhelman; Annisa Febriana Yasmin; Husuatun Nisa; Tifa Andriani; Wulan Fitrianingsih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi rewang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang hingga kini masih hidup dan berkembang di Piruko, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Di tengah arus modernisasi dan budaya instan, rewang tetap menjadi ruang sosial yang menghidupkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa saling peduli antarwarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna, pelaksanaan, serta nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi rewang yang dikenal dengan istilah lir gumanti (bergilir dan berganti). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rewang bukan hanya bentuk bantuan dalam hajatan, tetapi juga sistem sosial yang terorganisir, diwariskan lintas generasi, dan menjadi perekat identitas budaya masyarakat Jawa di tanah rantau. Rewang menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu bertahan, beradaptasi, dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Kontribusi Destinasi Wisata Cambai Hill pada Pencapaian SDGs Poin 8 di Alahan Panjang Sumatera Barat Muhammad Alfian; Asifa Zahwa; Delmira Syafrini; Annisa Febriana Yasmin; Ameydea Nisratil Wahyuni; Dicky Aulia Perdana; Muhammad Aidil; Annisa Khomsi Rahmawati; Muhammad Satria Zaky; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi strategis pariwisata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Fokus penelitian adalah Wisata Cambai Hill di Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang meskipun memiliki potensi besar, namun kontribusinya terhadap SDGs Poin 8 perlu dikaji secara mendalam, mengingat penelitian terdahulu masih terbatas pada aspek pariwisata tanpa mempertimbangkan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas Cambai Hill dalam menciptakan kesempatan kerja inklusif dan mengidentifikasi strategi pengelolaan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive, informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif untuk melihat secara langsung kondisi destinasi Cambai Hill dan wawancara mendalam dengan karyawan lokal dan pengunjung di Cambai Hill. Analisis data menggunakan kerangka Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu (Modal, Ranah, Habitus) untuk memahami transformasi sosial ekonomi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cambai Hill berperan sebagai katalis transformasi dengan menyerap 90% tenaga kerja lokal (28 pekerja total), mengubah struktur mata pencaharian dari sektor agraris informal ke sektor jasa pariwisata yang lebih terstruktur. Transformasi ini merepresentasikan konversi modal sosial komunitas menjadi modal ekonomi, sekaligus mendorong perubahan habitus masyarakat menuju orientasi jasa dan profesionalisme. Temuan ini mengindikasikan kontribusi nyata destinasi terhadap prinsip kerja layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Untuk memastikan keberlanjutan, penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola yang partisipatif, peningkatan kualitas pekerjaan, dan penguatan keterkaitan dengan UMKM lokal.