Merchant Apps Pertamina (MAP) merupakan aplikasi wajib bagi pangkalan LPG 3Kg yang digunakan lebih dari 269.000 pangkalan di Indonesia untuk mencatattransaksi dan pelaporan distribusi energi bersubsidi. Pada tahun 2025, penyaluranLPG 3 Kg mencapai 8,2 juta metrik ton dengan nilaisubsidi Rp68,7 Triliun,sehinggaakurasi data yang dihasilkan MAP menjadi krusial dalam memastikan subsisditepat sasaran. Usability aplikasi menjadi faktor penting karena berdampak secaralangsung pada kelancaran operasional dan akurasi data di lapangan. Penelitian inibertujuan mengevaluasi usability MAP secara komprehensif dan mengidentifikasimasalah kritis yang dialami pengguna di lapangan dalam operasional harian.Pendekatan mixed-method digunakan dengan mengitegrasikan tiga metode yakniSystem Usability Scale (SUS) untuk mengukur persepsi kuantitatif denganpartisipan sebanyak 42 pangkalan LPG PT Hasiani sebagai responden; EvaluasiHeuristik oleh tiga ahli UI/UX untuk menilai kesesuaian antarmuka dengan prinsipdesain; serta User Journey Mapping (UJM) melalui observasi lima operatorpangkalan untuk memahami pengalaman penggunaan secara nyata. Hasilpenelitian menunjukkan skor SUS rata-rata 75 (Good), menandakan aplikasi cukupdapat digunakan namun masih belum optimal. Evaluasi heuristik menemukanmasalah utama berupa ketiadaan fitur pembatalan, inkonsistensi tampilan,kurangnya bantuan internal, serta visibilitas proses sistem yang rendah. UJMkemudian mengonfirmasi hambatan tersebut, terutama pada tahap transaksiseperti input NIK yang membebani pengguna, ikon yang mirip, serta notifikasi dansinkronisasi yang tidak selalu real-time. Penelitian ini menyimpulkan meskipunusability MAP mendukung seluruh operasional dasar pangkalan LPG, aplikasidinilai masih memerlukan peningkatan tambahan pada beberapa fitur sepertipada navigasi pengguna, kontrol pengguna, validasi input, dan kejelasan umpanbalik pada sistem agar dapat memenuhi kebutuhan operasional pangkalan danmenjaga integritas data subsidi secara andal.