Usaha Kos Landungsari F40-A merupakan salah satu usaha kos yang masih menerapkan proses pengelolaan secara manual, mulai dari promosi, pendataan penghuni, pencatatan pembayaran, hingga pelaporan keluhan fasilitas. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, seperti data yang tidak terkelola dengan baik, potensi kesalahan pencatatan, keterlambatan pembayaran, serta kesulitan calon penghuni dalam memperoleh informasi kos secara lengkap. Selain itu, keterbatasan waktu dan lokasi pemilik kos menyebabkan proses komunikasi dengan penghuni menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen kos berbasis website yang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data, kemudahan akses informasi, serta fleksibilitas pembayaran dan komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan Waterfall (System Development Life Cycle) yang meliputi tahapan identifikasi masalah, rekayasa kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Hasil rekayasa kebutuhan menghasilkan 38 kebutuhan fungsional dan 1 kebutuhan nonfungsional yang dimodelkan dalam 50 use case scenario dengan melibatkan tiga aktor sistem. Tahap perancangan menghasilkan sembilan class controller, enam class model, enam tabel basis data, serta 24 halaman antarmuka sistem.Pengujian sistem dilakukan menggunakan basis path testing untuk pengujian unit dan use case testing untuk pengujian validasi. Dari 103 kasus uji yang dilakukan, diperoleh 103 kasus uji valid, sehingga tingkat keberhasilan implementasi kebutuhan sistem mencapai 100%. Namun, hasil pengujian compatibility menunjukkan masih terdapat permasalahan keamanan dan kompatibilitas pada beberapa browser, khususnya terkait penggunaan protokol HTTP pada kolom password. Secara keseluruhan, sistem informasi manajemen kos yang dikembangkan telah mampu memenuhi kebutuhan pengelolaan kos Landungsari F40-A, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek keamanan dan kompatibilitas.