Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang terjadi akibat interaksi berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting pada balita yang berdomisili di Desa Pangadegan. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan dilaksanakan pada bulan Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden serta pemeriksaan antropometri pada balita, yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel sebanyak 170 orang. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa kualitas air minum (p = 0,002), ketersediaan fasilitas limbah (p = 0,003), kadar hemoglobin ibu saat hamil (p = 0,002), asupan nutrisi ibu selama kehamilan (p = 0,005), riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) (p = 0,0001), pemberian ASI eksklusif (p = 0,0001), serta penyakit infeksi (p = 0,0001) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Faktor-faktor tersebut berpotensi menjadi determinan penting dalam upaya pencegahan stunting pada anak.