Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stop Bullying Sejak Dini : Pencegahan Tindakan Bullying di Sekolah Dasar melalui Program Psikoedukasi, Video Edukasi dan Storytelling Aliyana, Afif Zulfa; Muna , Fauzul; Pramudia, Suluh Gusti Deriel; Afifi , Zaenal
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.3.2025.948

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di dunia pendidikan yang berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, emosional, sosial, dan akademik siswa. Fenomena ini kerap luput dari perhatian, khususnya di sekolah dasar, karena sering dianggap sebagai perilaku bercanda yang wajar. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying, kurangnya media pembelajaran yang menarik, serta minimnya penanaman nilai empati menjadi faktor yang memperburuk situasi. Program Stop Bullying Sejak Dini dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut melalui tiga kegiatan utama: Psikoedukasi “Sahabat Anti-Bully”, Video Edukasi “Stop Bullying”, dan Storytelling “Cerita Inspiratif Anti-Bullying”. Metode pelaksanaan melibatkan persiapan materi interaktif, pelaksanaan kegiatan tatap muka di SD Negeri 1 Ternadi dan SD Negeri 2 Ternadi, serta monitoring dan evaluasi sebelum dan setelah program. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai definisi, bentuk, dan dampak bullying, kemampuan membedakan perilaku bercanda dengan perundungan, serta keterampilan mencegah dan merespon tindakan tersebut. Psikoedukasi berhasil menumbuhkan pemahaman konseptual dan keterampilan sosial melalui diskusi dan role play. Video edukasi memperkuat pesan anti-bullying dengan pendekatan visual-audio yang menarik, sedangkan storytelling efektif membangun empati dan kesadaran emosional siswa. Evaluasi kualitatif menunjukkan lebih dari 85% siswa menyatakan siap membantu korban bullying dan berperilaku lebih ramah terhadap teman sebaya. Program ini terbukti efektif sebagai model intervensi pencegahan bullying di sekolah dasar dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan keterampilan sosial. Implementasi berkelanjutan dan perluasan ke sekolah lain diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas perundungan.
Strategi Edukasi Sampah Organik dan Anorganik dalam Mengubah Perilaku dan Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Ternadi terhadap Pengelolaan Sampah Rahayu, Anysa Puji; Salsabila, Adinda Talia; Anam, Muhammad Shiva Choirul; Novarianto, Ahmad Faiz; Afifi , Zaenal
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.3.2025.965

Abstract

Program Bank Sampah berlangsung selama Juli hingga Agustus 2025 di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program ini menangani rendahnya pemahaman warga tentang pemilahan sampah, keterbatasan fasilitas pengelolaan, dan minimnya media kampanye yang menarik. Tiga kegiatan utama yang dilakukan adalah edukasi tentang sampah organik dan anorganik, penyediaan sarana bank sampah, serta kampanye “Ternadi Sadar Sampah” melalui papan edukasi dan banner. Pelaksanaan program melibatkan koordinasi dengan perangkat desa, diskusi interaktif, praktik pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah terpilah, dan pendampingan pembuatan media kampanye. Kegiatan ini diikuti masyarakat, perangkat desa, dan kader lingkungan, menciptakan kolaborasi yang mendukung keberlanjutan. Edukasi meningkatkan pengetahuan warga tentang jenis sampah dan manfaat bank sampah. Fasilitas yang disediakan mempermudah pengelolaan sampah secara terstruktur, sedangkan kampanye visual efektif meningkatkan kesadaran kolektif. Hasilnya, partisipasi warga meningkat 40% dibandingkan sebelum program. Masyarakat kini lebih memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta aktif menabung sampah di bank sampah. Program ini berhasil membentuk ekosistem pengelolaan sampah yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan. Keberhasilan PKM Ternadi Sadar Sampah menjadi contoh yang dapat direplikasi di desa lain, mendukung lingkungan bersih, sehat, dan berdaya guna, sekaligus berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini menegaskan pentingnya edukasi, fasilitas, dan kampanye kreatif dalam membentuk perilaku peduli lingkungan, dengan harapan dampaknya terus berlanjut di masa depan.