Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari gaya belajar siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Gunungputri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2×2, melibatkan dua kelompok yaitu eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar IPA serta angket untuk mengidentifikasi gaya belajar siswa (ekstrovert dan introvert). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA siswa. Gaya belajar siswa (ekstrovert dan introvert) pada siswa Kelas V di Kecamatan Gunungputri tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap hasil belajar, namun ditemukan perbedaan dalam peningkatan skor yang menunjukkan bahwa siswa ekstrovert lebih responsif terhadap model inkuiri terbimbing. Interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar tidak ditemukan interaksi yang signifikan terhadap hasil belajar IPA meskipun model inkuiri terbimbing tetap menunjukkan efektivitas yang konsisten pada kedua tipe gaya belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA apabila disesuaikan dengan gaya belajar siswa.