Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi visual interior kafe, khususnya desain interior pada ruang transisi berupa lorong di Kafe Ndalem, Madiun, sebagai bagian penting dalam pembentukan pengalaman ruang bagi pengunjung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis visual dan semiotika, interior untuk membaca makna yang terkandung dalam elemen-elemen desain interior. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi ruang, pola sirkulasi, dan elemen visual lorong, didukung oleh dokumentasi visual berupa foto dan catatan lapangan, serta wawancara, semi-terstruktur dengan desainer, pengelola kafe, dan pengunjung guna memperoleh pemahaman yang komprehensif, mengenai persepsi dan pengalaman pengguna terhadap ruang transisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lorong di Kafe NdalemĀ tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar-ruang secara fisik, tetapi juga berperan sebagai media narasi visual yang mampu menyampaikan identitas dan karakter kafe secara kuat. Melalui penerapan elemen desain seperti material alami, pencahayaan hangat, detail arsitektur tradisional, serta tata ruang yang menyerupai suasana rumah, lorong membangun pengalaman ruang transisi hidup secara sosial, visual, dan emosional, serta menciptakan keterikatan emosional antara pengunjung dan ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa ruang transisi memiliki potensi strategis dalam memperkuat citra dan identitas kafe. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan kajian desain interior, khususnya dalam perancangan kafe, dengan menempatkan ruang transisi sebagai elemen penting yang tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman naratif yang menyentuh memori, ekspresi, dan identitas sosial pengguna.