Setiawan, Mahbub
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digital Transformation in Pesantren: Strengthening Educational Management, Science Learning Innovation, and Sustainable Islamic Education Zuraida, Zuraida; Setiawan, Mahbub
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2172

Abstract

Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam yang berakar kuat pada tradisi menghadapi tantangan sekaligus peluang besar dalam merespons perkembangan teknologi digital. Transformasi digital tidak hanya dipahami sebagai fenomena modernisasi, tetapi sebagai sarana strategis untuk memperkuat manajemen kelembagaan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memastikan keberlanjutan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat manajemen pendidikan, mendorong inovasi pembelajaran sains, dan mendukung keberlanjutan pendidikan Islam di pesantren. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah artikel ilmiah, kebijakan pendidikan, dan praktik digitalisasi di sejumlah pesantren modern. Analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan teknologi, relevansinya terhadap kebutuhan santri, serta kontribusinya terhadap pengembangan kurikulum dan tata kelola institusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan signifikan dalam: (1) memperluas akses terhadap literatur keilmuan; (2) menciptakan lingkungan belajar sains yang lebih interaktif dan adaptif; serta (3) meningkatkan efektivitas tata kelola pesantren melalui sistem informasi dan platform digital. Selain itu, digitalisasi turut memperkuat keberlanjutan pendidikan Islam melalui peningkatan literasi digital santri, pemerataan akses pendidikan, dan penguatan tradisi keilmuan yang tetap selaras dengan nilai-nilai Islam. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur dan potensi penyalahgunaan teknologi masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi yang mengintegrasikan tradisi, teknologi, dan keberlanjutan pendidikan.