Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pelatihan guru pendidikan berbasis teknologi dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui telaah dokumen kebijakan, buku, artikel ilmiah, dan regulasi terkait pengembangan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi arah strategis, model implementasi, dampak, serta tantangan kebijakan pelatihan guru berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini berperan strategis dalam meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan digital guru. Implementasi dilakukan melalui model daring, blended learning, workshop interaktif, dan komunitas belajar guru yang memberikan pengalaman praktis langsung dalam penggunaan teknologi dan inovasi pedagogis. Pelatihan berbasis teknologi juga mendukung pengembangan kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi guru, sejalan dengan prinsip 21st Century Skills. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, perbedaan literasi digital antar guru, resistensi terhadap perubahan, serta kurangnya pendampingan pascapelatihan, kebijakan ini tetap menjadi strategi penting untuk membentuk guru sebagai fasilitator pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan modern. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pelatihan guru berbasis teknologi memerlukan dukungan berkelanjutan, integrasi dengan sistem penjaminan mutu, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat agar dapat meningkatkan mutu pendidikan secara berkesinambungan.