Selle, Demrikel Donna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGIS KAUM MARGINAL DALAM KONTEKS MELAYANI YANG TAK TERLAYANI Missa, Antonius; Selle, Demrikel Donna
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.466

Abstract

This article discusses the theological basis for ministry to the marginalized and reminds us that the task and responsibility of the church is to serve the underserved. By analyzing biblical texts and conducting theological reflection, this article asserts that service to the marginalized is not merely a social service task, but a manifestation of God's mission in the world. This research uses qualitative methods by referring to theological literature that supports this research to strengthen the understanding that the church has an obligation to be present in the context of social injustice, not just as an observer, but as an agent of change. The Bible consistently shows God's solidarity with the marginalized (e.g., Psalm 146:7-9; Isaiah 61:1-2; Luke 4:18-19). Service to the marginalized is more than an act of charity, but a concrete expression of the presence of the Kingdom of God on earth. In this regard, the church is called not only to be concerned with spiritual matters, but also to actively serve them. This theological commitment to the marginalized reflects God's nature of love and justice. Every form of service to the oppressed is not only an act of love from human beings as social creatures towards one another but has theological meaning as the actualization of the values of the Kingdom of God in this world. Artikel ini membahas landasan teologis untuk pelayanan kepada kaum marginal yang terpinggirkan serta mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab gereja adalah melayani mereka yang tidak terlayani. Dengan menganalisis teks-teks Alkitab dan melakukan refleksi teologis, artikel ini menegaskan bahwa pelayanan kepada mereka yang terpinggirkan bukan sekadar tugas pelayanan sosial, tetapi merupakan manifestasi dari misi Allah di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan merujuk pada literatur teologi yang mendukung penelitian ini untuk memperkuat pemahaman bahwa gereja memiliki kewajiban untuk hadir dalam konteks ketidakadilan sosial, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai agen perubahan. Alkitab secara konsisten menunjukkan solidaritas Allah kepada kaum marginal (misalnya, Mazmur 146:7-9; Yesaya 61:1-2; Lukas 4:18-19). Pelayanan kepada kaum marginal lebih dari sekadar perbuatan amal, tetapi merupakan merupakan ekspresi konkret dari kehadiran Kerajaan Allah di bumi. Dalam hal ini, gereja dipanggil untuk tidak hanya memperhatikan hal-hal spiritual, tetapi juga harus secara aktif melayani mereka. Komitmen teologis terhadap mereka yang terpinggirkan ini mencerminkan sifat dasar Allah yang penuh dengan kasih dan keadilan. Setiap bentuk pelayanan kepada mereka yang tertindas tidak hanya merupakan tindakan kasih dari manusia sebagai makhluk sosial terhadap sesamanya tetapi memiliki arti teologis yaitu sebagai aktualisasi nilai-nilai Kerajaan Allah di dalam dunia ini.