Latar Belakang: Pekerja industri pembuat tahu merupakan kelompok yang rentan terhadap heat strain akibat paparan panas yang tinggi selama bekerja. Heat strain dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti heat stroke, heat exhaustion, dan heat cramps. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja industri pembuat tahu di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh pekerja industri pembuat tahu di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Sampel diambil dengan teknik total sampling, yaitu 30 pekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran, dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja industri pembuat tahu adalah tekanan panas (P =0,001), usia (P =0,003), jenis kelamin (P =0,007), dan obesitas (P =0,012). Tekanan panas lingkungan kerja, usia, jenis kelamin, dan obesitas merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja industri pembuat tahu. Upaya pengendalian heat strain perlu dilakukan, terutama melalui perbaikan iklim kerja dan program penurunan berat badan bagi pekerja yang obesitas. Simpulan: Terdapat hubungan antara tekanan panas, usia, jenis kelamin, obesitas dengan heat strain. Kata Kunci : Heat strain. Pekerja industri pembuat tahu,Tekanan panas, Usia