Latar Belakang: Pasien yang dirawat di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) sering mengalami gangguan tidur akibat faktor lingkungan seperti penerangan dan kebisingan. Kualitas tidur yang buruk dapat memperlambat proses penyembuhan, meningkatkan risiko komplikasi, serta berdampak negatif pada kondisi psikologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pasien dengan heart monitor di ruang ICCU RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel 92 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara tingkat penerangan dan kebisingan dengan kualitas tidur. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia dewasa akhir dengan rata-rata usia 55,3 tahun (SD=9,06), rentang 36–75 tahun, dan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki. Seluruh responden tidak menggunakan obat-obatan. Tingkat penerangan di ruang ICCU dinilai kategori sangat terang oleh 100% responden, begitu pula tingkat suara di ruang ICCU berada dalam kategori sangat bising oleh seluruh responden. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dengan kualitas tidur (p=0,002) dan penerangan dengan kualitas tidur (p=0,014). Kesimpulan: Penerangan dan kebisingan merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur pasien di ruang ICCU. Perawat diharapkan dapat mengatur pencahayaan serta meminimalisir kebisingan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung kualitas istirahat pasien. Kata kunci: Kualitas Tidur, Kebisingan, Penerangan, ICCU, Heart monitor