Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN SCORING GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) DAN SKALA PENILAIAN PERILAKU ANAK HIPERAKTIF INDONESIA (SPPAHI) DALAM MENDETEKSI GEJALA ATTENTON DEFICIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) DI TK EKA DHARMA SURABAYA Felisha, Rr Andyna Putri
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) merupakan gangguan perkembangan yang dapat muncul sejak usia dini dan memengaruhi fungsi belajar serta perilaku sosial anak. Tujuan: mengetahui hasil penggunaan serta kesesuaian dua instrumen skrining, yaitu Skor GPPH dari Kementerian Kesehatan dan Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia (SPPAHI), dalam mendeteksi gejala ADHD pada murid TK Eka Dharma Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada Juli 2025 terhadap 30 anak berusia 4–6 tahun. Instrumen GPPH diisi oleh guru, orang tua, dan peneliti, sedangkan SPPAHI diisi oleh guru. Hasil : menunjukkan 5 anak (16,7%) berisiko tinggi menurut peneliti, 8 anak (26,7%) menurut guru, dan 7 anak (23,3%) menurut orang tua; sedangkan SPPAHI menunjukkan 1 anak (3,3%) berisiko tinggi hiperaktivitas. Uji chi-square memperlihatkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan skor SPPAHI (p=0,281). Kesimpulan: Kedua instrumen menunjukkan hasil yang konsisten, namun GPPH lebih sensitif dan komprehensif karena menilai tiga domain gejala (inatensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas).