Edrian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERIMAAN DIRI PASCA KEGAGALAN ANALISIS PESAN KOMUNIKASI AGAMA DALAM MENGATASI RASA BERSALAH DAN SELF BLAME Faikah, Nurul; Edrian; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1872

Abstract

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan yang sering memicu perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri, terutama ketika diperumit oleh keyakinan agama yang kaku pandangan bahwa kegagalan mencerminkan dosa moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi agama (melalui ceramah, nasihat, doa, dan refleksi spiritual) dalam proses penerimaan diri pasca-kegagalan, dengan fokus pada mitigasi rasa bersalah dan menyalahkan diri. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan sepuluh dewasa muda yang mengalami kegagalan signifikan (akademik, pekerjaan, hubungan sosial) dan analisis konten cerita agama dari sumber digital seperti khotbah dan artikel dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi agama yang berfokus pada pengampunan Tuhan, makna takdir, dan refleksi spiritual secara signifikan mendorong penerimaan diri. Individu belajar melepaskan rasa bersalah melalui mengakui kesalahan, mencari pengampunan, dan memahami esensi kesalahan tersebut. Penerimaan diri, sebagai kunci pemulihan Kebutuhan Penghargaan dan kelanjutan menuju Aktualisasi Diri (berdasarkan kerangka humanistik), dipengaruhi oleh pemahaman agama yang mendalam, dukungan komunitas, dan kompetensi emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi agama yang efektif mampu menjadi mekanisme koping yang kuat. Kontribusi penelitian adalah merekomendasikan pemuka agama dan konselor spiritual untuk mengintegrasikan pendekatan psikologi agama dalam dakwah dan konseling spiritual guna mempromosikan literasi agama yang sehat. Studi kuantitatif lebih lanjut diperlukan untuk menguji Kata Kunci: Penerimaan diri, self-blame, rasa bersalah, komunikasi agama, psikologi agama, konseling spiritual Abstract Failure is an inevitable part of life that often triggers feelings of guilt or self-blame, particularly when complicated by rigid religious belief—the view that failure reflects moral sin. This study aims to analyze the role of religious communication (through sermons, advice, prayer, and spiritual reflection) in the process of self-acceptance post-failure, focusing on mitigating guilt and self-blame. This qualitative research employed in-depth interviews with ten young adults who experienced significant failures (academic, occupational, social relationships) and content analysis of religious narratives from digital sources such as sermons and articles. The findings indicate that religious communication messages emphasizing God's forgiveness, the meaning of destiny, and spiritual reflection significantly facilitate self-acceptance. Individuals learn to release guilt by acknowledging their mistakes, seeking forgiveness, and understanding the essence of error. Self-acceptance, identified as the key to restoring Esteem Needs and continuing the path toward Self-Actualization (based on a humanistic framework), is influenced by profound religious understanding, community support, and emotional competence. The study concludes that effective religious communication serves as a powerful coping mechanism. The research contribution is a recommendation for religious leaders and spiritual counselors to integrate approaches from the psychology of religion into their outreach and spiritual counseling to promote healthy religious literacy. Further quantitative studies are needed to test religion-based interventions for self-acceptance. Keywords: self-acceptance, self-blame, guilt, religious communication, psychology of religion, spiritual counseling.