Krisis moral Generasi Z di SMK Muhammadiyah Salatiga tercermin dari rendahnya kedisiplinan, melemahnya etika komunikasi, serta penyalahgunaan media digital yang berdampak pada pembentukan karakter peserta didik. Kondisi ini menegaskan urgensi strategi pembelajaran yang relevan dan responsif dari Guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi yang diterapkan Guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani krisis moral siswa, menganalisis proses implementasinya, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membentuk karakter religius. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan dua Guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta enam peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiasaan ibadah, keteladanan guru, pendekatan personal, serta integrasi pembelajaran berbasis digital mampu meningkatkan kesadaran moral, kedisiplinan, dan etika keberagamaan siswa. Praktik langsung seperti kegiatan salat berjamaah, tadarus, dan proyek digital keagamaan memperkuat internalisasi nilai dalam perilaku sehari-hari. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi Guru Pendidikan Agama Islam efektif dalam mengatasi krisis moral Generasi Z dan berfungsi sebagai investasi karakter jangka panjang, meskipun keberhasilannya memerlukan dukungan sinergis antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.