Kebutuhan akan obat-obatan telah menjadi kebutuhan primer di kalangan penyedia obat[1]obatan. Permintaan yang tinggi dari berbagai apotek dan rumah sakit menjadikan perusahaan farmasi harus secara cermat dan konsisten menyediakan serta mengendalikan persediaan obat-obatan sesuai dengan tingginya jumlah permintaan. Permasalahan yang muncul dalam proses distribusi sediaan farmasi adalah kemampuan dalam mengelola persediaan dengan efisien. Berdasarkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan terdapat indikasi bahwa proses prediksi ketersediaan barang yang dilakukan selama ini masih belum efektif, yang dapat berdampak negatif pada operasional dan keuangan perusahaan. Pada penelitian ini dibuat sebuah prototype system aplikasi yang dapat digunakan untuk memprediksi ketersediaan barang dagang pada perusahaan farmasi dengan menggunakan metode Weighted Moving Average (WMA). Pada prototype sistem aplikasi diterapkannya variabel dari data penjualan barang pada periode persediaan barang sebagai acuan dalam melakukan proses perhitungan prediksi ketersediaan barang. Dalam penelitian ini dilakukannya Uji kelayakan aplikasi oleh tim ahli sistem informasi dengan nilai kelayakan sebesar 100% yang berarti aplikasi ini sangat layak digunakan dan uji kelayakan pengguna sebesar 89%, sehingga aplikasi ini sangat layak digunakan dalam proses prediksi ketersediaan barang. Lalu telah dilakukan uji akurasi mengenai hasil prediksi yang dilakukan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dengan hasil persentase sebesar 18% yang diketagorikan sebagai prediksi yang “Baik”.