Surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) merupakan komponen penting dalam sistem kesehatan masyarakat untuk mendukung deteksi dini dan respons penyakit berpotensi wabah. Pada Tahun 2024, BBPK Ciloto menyelenggarakan Pelatihan Surveilans PD3I bagi petugas puskesmas sebanyak empat angkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan tersebut menggunakan kerangka Kirkpatrick’s Four Levels of Training Evaluation, yang mencakup reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif terhadap seluruh peserta pelatihan Tahun 2024 sebanyak 119 orang, dengan tingkat respons 68,9% (82 responden). Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, dan kuesioner penilaian mandiri secara daring, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed-Ranks Test. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi pada Level Reaksi, dengan skor rata-rata di atas 90 untuk aspek penyelenggaraan dan fasilitator. Pada Level Pembelajaran, terjadi peningkatan pemahaman peserta yang signifikan secara statistik pada seluruh angkatan (p < 0,001). Pada Level Perilaku, penerapan kompetensi surveilans menunjukkan capaian tinggi pada surveilans difteri dan pertusis (≥88%), namun masih rendah pada surveilans campak–rubella (52,7%) dan AFP (18,2%). Pada Level Hasil, pelatihan berkontribusi pada peningkatan kualitas dan ketepatan waktu pelaporan, tindak lanjut investigasi kasus, serta penguatan dukungan organisasi di puskesmas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan PD3I efektif meningkatkan kapasitas individu dan kinerja sistem surveilans di layanan kesehatan primer, namun memerlukan tindak lanjut terintegrasi melalui supervisi rutin oleh dinas kesehatan dan penguatan panduan kerja agar penerapannya lebih konsisten, khususnya untuk penyakit dengan kompleksitas tinggi. Surveillance of Vaccine-Preventable Diseases (VPD) is a critical component of the public health system to support early detection and timely response to outbreak-prone diseases. In 2024, the Ciloto Health Training Center (BBPK Ciloto) conducted VPD Surveillance Training for primary healthcare workers in four cohorts. This study aimed to evaluate the effectiveness of the training using Kirkpatrick’s Four Levels of Training Evaluation framework, encompassing reaction, learning, behavior, and results.A quantitative evaluation was conducted among all 119 training participants in 2024, with a response rate of 68.9% (82 respondents). Data were collected through online pre-tests, post-tests, and self-assessment questionnaires, and analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Ranks Test. The results showed very high participant satisfaction at the Reaction Level, with mean scores above 90 for both training organization and facilitators. At the Learning Level, participants demonstrated a statistically significant improvement in knowledge across all cohorts (p < 0.001). At the Behavior Level, the application of surveillance competencies showed high performance in diphtheria and pertussis surveillance (≥88%), but remained low for measles–rubella surveillance (52.7%) and acute flaccid paralysis (AFP) surveillance (18.2%). At the Results Level, the training contributed to improvements in reporting quality and timeliness, case investigation follow-up, and strengthened organizational support at primary healthcare centers.This study concludes that the VPD surveillance training was effective in enhancing individual capacity and surveillance system performance at the primary healthcare level. However, sustained impact requires integrated follow-up through routine supervision by local health authorities and strengthened practical guidelines to ensure more consistent implementation, particularly for diseases with higher operational complexity.