ABSTRAK: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan nilai dan karakter. Artikel ini bertujuan merefleksikan penggunaan AI dalam pendidikan nilai dari perspektif humanisme Erich Fromm dengan berpijak pada hasil penelitian pengembangan modul pembelajaran berbasis AI pada mata kuliah Teori Pendidikan Nilai dan Karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pijakan penelitian dan pengembangan terdahulu yang menerapkan metode Research and Development (R&D) melalui model Educational Design Research (EDR). Data empiris dianalisis melalui refleksi filosofis dengan menggunakan konsep being, having, dan automaton conformity dari Erich Fromm. Hasil refleksi menunjukkan bahwa AI tidak bersifat dehumanisasi apabila digunakan sebagai medium reflektif dan dialogis, bukan sebagai pengganti peran pendidik. Sebaliknya, AI dapat memperkuat proses pemaknaan nilai, kesadaran diri, dan tanggung jawab moral peserta didik ketika diintegrasikan dalam kerangka pedagogi humanistik. Artikel ini juga menegaskan bahwa peran pendidik tetap sentral sebagai subjek pedagogis dan penjaga orientasi nilai, sementara AI berfungsi sebagai mitra pedagogis yang mendukung pembelajaran reflektif. Secara teoretis, artikel ini berkontribusi pada pengembangan kajian filsafat pendidikan dengan menawarkan kerangka humanisme reflektif sebagai dasar etis penggunaan AI dalam pendidikan nilai dan karakter di era digital.ABSTRACT: The development of Artificial Intelligence (AI) in education presents both opportunities and challenges for value and character education. This article aims to reflect on the use of AI in value education from the perspective of Erich Fromm’s humanism, grounded in the results of developmental research on an AI-based learning module implemented in the Theory of Value and Character Education course. The study adopts a qualitative approach, drawing upon prior Research and Development (R&D) employing the Educational Design Research (EDR) model. Empirical data are examined through a philosophical reflection using Erich Fromm’s concepts of being, having, and automaton conformity. The reflection reveals that AI is not inherently dehumanizing when positioned as a reflective and dialogical medium rather than as a substitute for educators. Instead, AI can enhance the process of value formation, self-awareness, and moral responsibility when integrated within a humanistic pedagogical framework. The article further emphasizes that educators remain central as pedagogical subjects and guardians of value orientation, while AI functions as a pedagogical partner that supports reflective learning. Theoretically, this study contributes to the field of philosophy of education by proposing a reflective humanistic framework as an ethical foundation for the use of AI in value and character education in the digital era.