Persaingan bisnis di era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0 semakin menuntut pelaku usaha untuk mampu merumuskan strategi keunggulan bersaing yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keunggulan bersaing pada usaha kuliner Kedai Nenek di Mendalo Indah dari perspektif etika bisnis Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta penguatan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedai Nenek menerapkan tiga strategi utama: diferensiasi melalui menu yang beragam dan cita rasa khas, harga rendah dengan menjaga keseimbangan antara kualitas dan keterjangkauan, serta fokus pada segmen mahasiswa yang merupakan mayoritas penduduk sekitar. Strategi tersebut didukung oleh prinsip-prinsip etika bisnis Islam, meliputi tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan kebajikan. Penerapan etika ini tercermin dalam kejujuran pelayanan, ketepatan takaran produk, komitmen terhadap kepuasan pelanggan, dan penggunaan bahan baku berkualitas. Integrasi antara strategi bisnis dan prinsip etika Islam membentuk keunggulan kompetitif yang tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga membangun citra usaha yang amanah, terpercaya, dan konsisten. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha kuliner lainnya dapat mengadopsi pendekatan serupa untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang ketat.